YouTube Jajal Fungsi Pengirim Pesan

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 16 Jun 2018 09:45 WIB
youtubegoogle
YouTube Jajal Fungsi Pengirim Pesan
YouTube tengah menguji perubahan nama pada sejumlah tab di platform berbagi video miliknya.

Jakarta: Peraturan sederhana dari aplikasi mobile saat ini adalah semua hal harus dapat berfungsi sebagai aplikasi pesan, terlepas dari faktor lain, terutama jika perusahaan memiliki masa sulit dengan membangun jejaring sosial.

Hal ini disebut sebagai alasan di balik keputusan YouTube menambahkan fitur pesan lebih baik dan mencoba menghadirkan opsi selain hanya video untuk penggunanya. Kini, Google dilaporkan mencoba lebih menonjolkan fitur tersebut dengan mengubah nama sejumlah tab pada aplikasi.

Tab yang saat ini dilabeli sebagai Activity untuk YouTube tengah diuji dengan nama baru yaitu Inbox, dan di dalam tab ini, bagian berlabel Shared akan dinamai sebagai Messages. Selain itu, YouTube tengah menguji perubahan dari menggunakan kata "Contact" menjadi "Friends".

Perubahan nama tersebut masih dalam fase pengujian, namun perubahan tersebut dinilai lebih detil dalam menjelaskan fungsi tab sehingga lebih mudah untuk dipahami jika dibandingkan dengan nama sebelumnya.

Seluruh perubahan nama ini merupakan bagian dari rencana YouTube untuk menambahkan lebih banyak fitur sosial ke layanan ini.

Perubahan ini dimulai dengan cara lebih baik untuk membagi video secara langsung dari dalam aplikasi dibandingkan sebelumnya, yaitu dengan membagi tautan melalui layanan pesan lain. Kemudian, YouTube menambahkan feed sosial untuk saluran untuk dapat menyampaikan update gambar dan teks kepada pengikut.

Hingga saat ini, perubahan tersebut belum dapat dipastikan akan berfungsi dengan baik, namun dinilai akan membuat platform berbasis video tersebut lebih masuk akan dan mengusung pengalaman penggunaan yang lebih sosial.

Sebelumnya, Google memutuskan untuk menggulirkan update fitur pengingat Remind Me to Take a Break, berisi opsi jangka waktu baru yang akan memungkinkan pengguna mengatur pengingat dengan frekuensi dengan jangka waktu jam dan menit.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.