IFA 2017

Xperia XZ1, Bukti Sony Tidak Belajar dari Pengalaman?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 03 Sep 2017 10:52 WIB
sonysmartphoneifa 2017
Xperia XZ1, Bukti Sony Tidak Belajar dari Pengalaman?
Sony Xperia XZ1 dan XZ1 Compact.

Metrotvnews.com: Sony baru saja meluncurkan Xperia XZ1 dan XZ1 Compact. Keduanya menjadi salah satu smartphone pertama yang mendapatkan Android 8.0 Oreo. Selain spesifikasi layaknya smartphone premium, ponsel buatan Sony itu juga dilengkapi dengan berbagai fitur kamera. 

Namun, apakah kedua ponsel Sony itu akan bisa bersaing dengan smartphone flagship lain?

The Register menyebutkan, dengan XZ1 Compact merupakan penawaran Sony untuk orang-orang yang ingin smartphone dengan spesifikasi tinggi dengan layar yang tidak terlalu besar. Walau para konsumen selalu meminta smartphone dengan ukuran layar yang semakin besar, hanya Sony yang terus menyediakan smartphone Android dengan layar lebih kecil dari 5 inci dengan spesifikasi yang tinggi.

Tahun ini, Sony menawarkan XZ1 Compact, yang memiliki layar 720p berukuran 4,6 inci. Dari segi spesifikasi, bahkan Xperia XZ1 Compact tidak akan kalah jika dibandingkan dengan Samsung Galaxy S8 atau LG G6, tapi smartphone buatan Sony ini memiliki beberapa kelemahan.

Salah satunya adalah bezel yang cukup tebal. Sementara pembuat smartphone berlomba-lomba membuat ponsel dengan bezel tipis, Sony bertahan dengan desain ponselnya. 

Selain itu, seperti yang disebutkan oleh Engadget, satu kelemahan lain dari jajaran XZ1 adalah harganya yang terlalu mahal. Xperia XZ dihargai USD700 (Rp9,3 juta) sementara XZ1 Compact akan dihargai USD600 (Rp8 juta). Sebagai perbandingan, Galaxy S8 dan S8 Plus dihargai Rp10.499.000 dan Rp11.999.000. Dan LG G6 dihargai Rp9.999.000.

Memang, smartphone Xperia memiliki kekuatannya sendiri. Namun, jajaran ponsel itu biasanya masih kalah canggih jika dibandingkan dengan Galaxy milik Samsung atau iPhone buatan Apple. Lini Xperia XZ versi global memang sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari, tapi smartphone flagship terbaru dari Samsung atau LG bahkan telah dilengkapi dengan metode autentikasi lain seperti pemindai iris mata dan suara. Sementara Apple dikabarkan akan menanamkan teknologi pengenalan wajah.

Sony tampaknya menganggap mereka tetap bisa merilis ponsel dengan harga mahal seperti yang Samsung dan Apple lakukan. Sayangnya, fans Sony tidak sebanyak Samsung dan Apple. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.