Galaxy Note 8

Sudah Punya Note 8, Samsung Masih Belum Lupakan Insiden Note 7

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 24 Aug 2017 01:16 WIB
gadgetsamsunggalaxy note 8
Sudah Punya Note 8, Samsung Masih Belum Lupakan Insiden Note 7
Apakah Galaxy Note 8 bisa tampil sebagai ponsel flagship yang semestinya? (YouTube/Samsung)

Metrotvnews.com, Jakarta: Samsung baru saja meluncurkan ponsel Galaxy Note terbaru, yaitu Galaxy Note 8. Sepanjang presentasinya, Samsung memperlihatkan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Galaxy Note 8. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah Samsung bisa memastikan ponsel ini tidak bernasib seperti pendahulunya?

Di awal presentasi, President of Mobile Communication Samsung, DJ Koh memang sempat menyinggung soal kegagalan Galaxy Note 7. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada penggemar setia Galaxy Note karena masih tetap ingin menggunakan ponsel tersebut meski Galaxy Note 7 bisa dikatakan produk gagal.

"Samsung tidak akan melupakan insiden Galaxy Note 7," ujar Koh. "Saya pribadi pun tidak akan melupakannya. Namun, kami berterimakasih kepada seluruh penggemar Galaxy Note karena masih percaya dengan kami."



Meski demikian, hanya hal tersebut yang dilontarkan oleh Samsung sepanjang presentasinya mengenai Galaxy Note 8. Baik Koh maupun petinggi Samsung lain yang naik ke atas panggung, sama sekali tidak memberitahu bagaimana mereka mencegah insiden Galaxy Note 7 terulang di Galaxy Note 8.

Meski demikian, laporan terbaru dari Engadget mengatakan Samsung bekerjasama dengan Underwriters Labs untuk memastikan sistim baterai dan power pada Galaxy Note 8 akan tampil lebih aman, sehingga insiden Galaxy Note 7 tidak akan terulang. Samsung juga mengganti pemasok baterainya kali ini, dari ATL menjadi diproduksi secara independen dengan bantuan dari perusahaan bernama Murata.

Apakah Galaxy Note 8 akan kembali mengangkat nama Galaxy Note ke posisi lamanya? Waktu yang akan berbicara. Untuk sementara ini, mari pantau apa saja yang ditawarkan oleh Samsung kali ini.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.