Mahasiswa Surabaya Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Ikan

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 Aug 2017 19:52 WIB
aplikasi
Mahasiswa Surabaya Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Ikan
Mahasiswa asal Surabaya menciptakan aplikasi Fish FInder untuk mendeteksi keberadaan ikan. (AP / Meagan West)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan teknologi tidak melulu hanya dapat dinikmati golongan masyarakat yang sebelumnya telah lekat dengan perangkat canggih. Kini teknologi kian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di bidang yang sebelumnya tida terambah teknologi, salah satunya adalah nelayan.

Hal ini diwujudkan oleh mahasiswa asal Surabaya, Jawa Timur, Afis Sabi Masrury, dengan menciptakan aplikasi pendeteksi ikan untuk membantu nelayan saat bekerja, bernama Fish Finder. Aplikasi ini memanfaatkan smartphone dengan sistem operasi Android, yang dikombinasikan dengan sensor sonar.

Pemanfaatan aplikasi ini diklaim Afis tergolong mudah, cukup dengan memiliki smartphone berisi aplikasi Fish Finder dan memasangkan perangkat dengan sensor sonar di perahu yang bertugas untuk mendeteksi keberadaan ikan. Afis juga mengklaim perangkat dan aplikasi karyanya tersebut dapat mendeteksi keberadaan ikan hingga kedalaman 100 meter.

Pada aplikasi, nelayan dakan disuguhkan sejumlah informasi termasuk kedalaman perairan, grafik yang mewakili bentuk dasar perairan yang dilewati alat, informasi mengenai keberadaan ikan berupa notifikasi suara, serta buzzer pengendali untuk menentukan frekuensi pemanggil ikan yang dibutuhkan.

Selain itu, frekuensi pemanggil yang dipancarkan perangkat ini dapat terpancar dengan jarak hingga tiga meter. Biaya perakitan alat pendukung Fish Finder yang dibekali dengan GoPro dan sensor Arduino tersebut diklaim tergolong terjangkau, yaitu sebesar Rp5 juta.

Afis mengakui aplikasi dan alat ciptaannya tersebut masih mengalami sejumlah kendala terkait komunikasi data. Hingga saat ini komunikasi data antar perangkat masih menggunakan teknologi Bluetooth, yang dinilai Afis masih belum stabil.

Namun, Afis berencana mengembangkan alat tersebut, dan akan menggunakan WiFi pada pengembangan selanjutnya. Melalui teknologi sederhana berupa aplikasi dan alat Fish Finder ini, Afis dapat membantu nelayan skala kecil dalam meningkatkan penghasilan mereka.

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.