Apple iPhone X Diproyeksi Terjual 3 Juta Unit per Kuartal

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 17 Sep 2017 15:10 WIB
apple
Apple iPhone X Diproyeksi Terjual 3 Juta Unit per Kuartal
KGI mengubah prediksinya terkait jumlah unit iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus selama tahun 2017.

Metrotvnews.com: Bulan lalu, analis KGI Ming-chi Kuo memprediksikan bahwa Apple akan mendistribusikan sebanyak dua juta hingga empat juta unit iPhone X selama kuartal ketiga. Selama tahun 2017, Kuo memprediksi bahwa Apple akan mendistribusikan sebanyan 45 juta hingga 50 juta unit iPhone X.

Namun, setelah Apple resmi mengumumkan model iPhone ulang tahun kesepuluh tidak akan didistribusikan hingga 3 November mendatang, KGI dan analis Ming-Chi Kuo mengumumkan perubahan pada prediksinya.

Dengan pre-order iPhone X dimulai pada setelah 27 Oktober, Apple diperkirakan akan tidak akan mendistribusikan perangkat pada kuartal ketiga. Prediksi tersebut menurun dari dua juta hingga empat juta yang diperkirakan sebelumnya.

Pada peluncuran awal bulan November memaksa KGI untuk mengurangi prediksinya sepanjang tahun 2017, dengan jumlah distribusi iPhone X hingga 40 juta unit. Sebagai pengingat, prediksi unit iPhone X yang akan didistribusikan sebelumnya pengumuman Apple pada minggu lalu mencapai 45 juta hingga 50 juta unit.

Selain itu, KGI menilai Apple tidak akan ada pasokan dan permintaan iPhone X sebelum pertengahan tahun pertama 2018. Sementara itu, Apple memprediksikan pendapatannya sebesar USD49 miliar hingga USD52 miliar untuk kuartal tiga dan empat dari penjualan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus.

Sementara itu, analis Wall Street memprediksi selama periode pre-order, model standar ponsel cerdas terbaru Apple tersebut tidak akan mengalami permintaan pesat akibat kehadiran iPhone X. Data awal mengindikasikan bahwa pre-order untuk iPhone 8 dan iPhone 8 Plus dengan dukungan layar LCD belum akan mengalami awal yang baik.

Apple iPhone 8 dan iPhone 8 Plus akan diluncurkan di pasar Amerika pada minggu depan, tanggal 22 September mendatang. Apple juga dikabarkan akan melarang keberadaan aplikasi tersebut melalui perubahan peraturan untuk developer terbarunya, dan melarang aplikasi yang mengklaim menyediakan konten atau layanan yang sebenarnya tidak ia tawarkan.


(MMI)

Video /