Lebih dari 500 Ribu Orang Unduh 13 Game Berisi Malware

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 21 Nov 2018 17:17 WIB
googlecyber security
Lebih dari 500 Ribu Orang Unduh 13 Game Berisi Malware
Ilustrasi.

Jakarta: Lebih dari setengah juta pengguna Android mengunduh malware yang disamarkan sebagai game yang ada di Google Play Store.

Peneliti di ESET, Lukas Stefanko mengunggah kicauan tentang 13 game berisi malware yang dibuat oleh developer yang sama. Ketika dia membuat kicauan tersebut, game-game itu masih bisa dunduh dari Google Play. Dua dari 13 game itu masuk ke dalam kategori trending, membuatnya lebih mudah untuk ditemukan.

Jika digabung, ketiga belas aplikasi ini memiliki telah diunduh sebanyak 580 kali sebelum Google memblokirnya, menurut laporan TechCrunch.
 

Orang yang mengunduh aplikasi ini berpikir mereka akan memainkan game untuk mengendarai truk. Namun, mereka mendapatkan aplikasi yang terlihat penuh dengan bug, sehingga aplikasi terus crash saat dibuka.

Padahal, aplikasi itu sedang mengunduh konten lain dari domain lain, yang terdaftar di bawah nama developer di Istanbul. Aplikasi itu juga akan memasang malware tanpa sepengetahuan pengguna sebelum menghapus ikon aplikasi.

Sayangnya, masih belum diketahui apa yang dilakukan oleh malware ini. Tampaknya setelah dipindai sekalipun, tidak diketahui apakah jenis dari malware ini.

Satu hal yang pasti, malware ini akan secara otomatis diaktifkan ketika ponsel atau tablet Android baru saja dinyalakan. Ia juga memiliki akses penuh pada jaringan ponsel, yang bisa digunakan penyerang untuk mencuri data.

Juru bicara Google, Scott Westover mengonfirmasi bahwa aplikasi-aplikasi ini melanggar peraturan Google dan telah dihapus dari Play Store.

Ini adalah kegagalan terbaru Google untuk mengamankan toko aplikasinya. Sejak lama, mereka memang sering mendapatkan kritik terkait keamanan aplikasi di Android juga sering dibandingkan dengan Apple, yang terkadang dianggap sangat ketat dalam memilih aplikasi yang masuk ke toko aplikasinya.

Google telah menggunakan berbagai cara untuk mengamankan pengguna Android. Sayangnya, mereka masih terus menemukan aplikasi berbahaya di toko aplikasinya sendiri.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.