Epson Bakal Seriusi Penindakan Peredaran Tinta Palsu

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 19 Oct 2018 14:38 WIB
epson
Epson Bakal Seriusi Penindakan Peredaran Tinta Palsu
Epson mempersiapkan strategi baru dalam menghadapi dan mengurangi peredaran tinta palsu di Indonesia.

Jakarta: Epson menyebut menemukan peredaran tinta palsu dalam jumlah signifikan yang menggunakan mereknya dan dipasarkan kepada pengguna printer Epson di Indonesia.

Mengetahui hal ini, Epson mengumumkan akan lebih serius dalam menangani peredaran tinta palsu tersebut.

"Setelah delapan tahun meluncurkan printer L Series, kami banyak menemukan counterfeit ink atau tinta palsu. Saat ini, dari informasi yang kami peroleh, ada sekitar empat persen dari total pasar inkjet di Indonesia," ujar Marketing Division Head Epson Indonesia Riswin Li.

Pada 15 Oktober lalu, Seiko Epson Corporation dan Epson Singapore Regional Headquarter telah melakukan penggerebekan di sejumlah toko di Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya Epson melakukan penindakan terhadap peredaran tinta palsu.

Namun, Epson Indonesia berjanji untuk memberikan informasi lebih detil terkait dengan langkah hukum yang dilakukannya terhadap pendistribusian tinta palsu ini di masa mendatang. Jumlah tinta palsu yang beredar di Indonesia, diakui Epson mendorongnya untuk menerapkan strategi keamanan baru bagi tinta karyanya.

Strategi tersebut termasuk penggunaan hologram keamanan baru, serta sistem pelacakan baru yang akan mulai diterapkan pada Januari 2019 mendatang. Sistem ini akan membantuk pelacakan tinta dari Epson Indonesia, ke distributor, mitra kemudian ke pengguna.

Epson juga akan menggunakan sistem otentikasi via kode QR di perangkat Android, iOS dan situs, sebagai upaya meningkatkan keamanan.

Namun, peningkatan keamanan ini disebut Riswin perlu dukungan dari konsumen dan mitra, sehingga Epson akan lebih menggalakan program edukasi sehingga lebih waspada terhadap tinta palsu.

Riswin mengaku program edukasi terkait produk Epson telah dilakukan sebelumnya, namun kini akan dilakukan secara berkala. Selain itu, program edukasi ini juga, lanjut Riswin, akan memanfaatkan berbagai platform seperti iklan di radio, media sosial dan lainnya.

Program edukasi ini diharapkan Epson membantu masyarakat mengingat perbedaan tinta asli dan palsu sehingga lebih teliti saat membeli, serta dapat mengurangi peredaran tinta palsu di Indonesia.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

4 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.