Pekerja Google Mogok, Ini Tanggapan CEO Sundar Pichai

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Nov 2018 14:35 WIB
google
Pekerja Google Mogok, Ini Tanggapan CEO Sundar Pichai
CEO Google Sundar Pichai. (Stephanie Keith / Getty Images / AFP)

Jakarta: Para pekerja Google melakukan aksi mogok pada hari Kamis, 1 November.

Mereka melakukan aksi mogok sebagai protes tentang cara Google menangani kasus pelecehan seksual yang melibatkan para eksekutifnya. Meskipun begitu, CEO Google Sundar Pichai tetap hadir dalam konferensi DealBook yang diadakan New York Times

"Jelas, ini adalah waktu yang sulit. Ada rasa marah dan frustasi dalam perusahaan. Kami semua merasakannya. Bahkan saya sendiri," kata Pichai pada wartawan bisnis Times, Andrew Ross Sorkin, yang mewawancarainya di panggung.

"Google memiliki standar yang sangat tinggi dan jelas, kami tidak beroperasi sesuai standar itu."

Bulan lalu, Times membuat artikel tentang bagaimana Google membayar Andy Rubin -- yang dikenal sebagai "Bapak Android" -- USD90 juta ketika dia meninggalkan perusahaan pada 2014.

Rubin keluar setelah Google melakukan penyelidikan terkait klaim pelecehan seksual yang dilakukan oleh Rubin. Ketika itu, tuduhan atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh Rubin dan beberapa eksekutif lain tidak dipublikasikan, lapor Quartz


Aksi protes karyawan Google. (Mason Trinca / Getty Images / AFP)

Pichai telah membuat sebuah memo, menyatakan dukungannya atas aksi mogok ini. Di konferensi, dia menegaskan dukungannya pada para wanita yang telah melaporkan pelecehan seksual dan pada para pegawai Google yang menunjukkan rasa frustasinya atas cara perusahaan menangani kasus-kasus itu. 

"Langkah pertama yang bisa Anda ambil dalam masalah ini adalah mengakui adanya masalah dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah terjadi, rasa sakit yang disebabkan oleh kesalahan itu," kata Pichai.

"Kedua, kata-kata saja tidak cukup, dan Anda harus membuktikannya dengan tindakan. Sebagai pengingat, kejadian ini terjadi beberapa tahun lalu dan kami telah berubah sebagai perusahaan.

"Sebagai CEO, sangat penting bagi saya, bagi kami untuk membuat batasan yang jelas tentang tingkah laku yang tidak pantas. Dan selama beberapa tahun belakangan, kami telah melakukan itu. Momen seperti ini menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan tidak selalu benar," katanya. 


(Photo by Bryan R. Smith / AFP)

Pichai juga mengingatkan bahwa Google telah mengambil tindakan nyata. Dalam dua tahun, mereka telah memecat 48 orang atas tuduhan pelecehan seksual.

Ketika ditanya apakah pelecehan seksual ini disebabkan oleh sistem Google yang bermasalah, Pichai mengatakan bahwa masalah pelecehan seksual adalah "masalah sosial." Dia juga mengingatkan bahwa Google adalah perusahaan besar dan "kami punya beberapa masalah," ujarnya. 

Kurangnya pekerja wanita di Silicon Valley merupakan salah satu faktor terjadinya seksisme, ungkap Pichai. Mungkin, diperlukan penyelidikan lain untuk menentukan apakah ada masalah lain yang lebih dalam yang menyebabkan masalah ini.

Pichai tidak membahas tentang budaya Google di awal berdirinya perusahaan. Kala itu, menurut buku terbaru yang dirilis, salah satu pendiri Sergey Brin sering ditemukan berada di ruang pijat bersama dengan pegawai perempuan muda sementara para pemimpin pria di Google mempekerjakan dan mengencani asisten muda. 

"Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa," kata Pichai. "Dan saya yakin kebanyakan orang akan berkata bahwa dalam dua tahun belakangan, kami telah membuat batasan yang jelas dan kini Google adalah perusahaan yang berbeda."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.