Sony Kucurkan Rp53,2 triliun untuk Sensor IoT

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 30 Oct 2018 12:40 WIB
teknologicorporateinternet of things
Sony Kucurkan Rp53,2 triliun untuk Sensor IoT
Foto: Wales Online

Jakarta: Sony akan menggelontorkan dana senilai USD3,5 miliar atau setara Rp53,2 triliun, dalam tiga tahun ke depan sampai tahun fiskal 2020.

Dana investasi tersebut akan dipakai untuk menambah produksi dan pengembangan sensor gambar dan chip lainnya. Ini tampaknya merupakan satu langkah baru Sony terjun ke dalam industri Internet of Things.

Investasi tersebut terdiri dari 30 persen peningkatan CAPEX dalam tiga tahun fiskal terakhir, dengan target penambahan kapasitas produksi dari 20 persen ke 30 persen.

Keputusan ini diambil setelah prediksi laporan keuangan berikutnya yang berakhir pada Maret 2019 akan naik, dikutip dari Nikkei Asian Review. Investasi Sony terhadap sensor gambar ini ternyata tak hanya berkutat pada smartphone, tetapi juga pada perangkat lain seperti mobil dan pertokoan.

Sensor gambar pada mobil pintar berfungsi sebagai “mata”, mendeteksi objek di sekitarnya. Sementara untuk pertokoan, sensor gambar bisa melihat barang belanjaan konsumen.

Dari sektor bisnis ini, Sony membidik peluang sebagai penyedia utama sensor tersebut, dan punya kesempatan untuk uji coba dan pengembangan lainnya.

Permintaan pasar terhadap sensor untuk smartphone memang tinggi, tetapi mereka melihat penjualan smartphone tidak bertambah secara signifikan.

Di sisi lain, jumlah sensor di smartphone terus bertambah, terutama untuk kamera. Smartphone kelas atas menggunakan sensor cahaya dan warna yang terpisah untuk meningkatkan kualitas gambar.

Pasar sensor ini diperkirakan tumbuh dari USD12,5 miliar pada tahun 2017 menjadi USD19 miliar pada tahun 2022. Sony sendiri saat ini menjadi pemimpin pasar sensor gambar, dengan pangsa pasar 52 persen menurut HIS Markit. Posisi kedua diisi oleh Samsung dengan pangsa 19 persen.

Semua produksinya saat ini masih berpusat di tiga pabrik utama di Jepang. Kapasitas produksi per bulan bisa mencapai 100 ribu unit untuk wafer berukuran 300 mm.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.