Ribuan Pekerja Google Mogok

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Nov 2018 12:37 WIB
google
Ribuan Pekerja Google Mogok
Para pekerja Google melakukan aksi mogok. (Photo by Tolga Akmen / AFP)

Jakarta: Ribuan pekerja Google mogok. Ini adalah bentuk protes mereka terkait cara perusahaan menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi dalam perusahaan, khususnya di tingkat eksekutif. 

Pemogokan ini dimulai di Tokyo pada hari Kamis, 2 November, pukul 11 pagi waktu setempat. Pekerja dari berbagai kantor Google di kota-kota lain, termasuk Singapura, Dublin, London, Berlin, Zurich, dan New York, mengikuti aksi ini pada pukul 11 pagi waktu lokal.

Akun Twitter @GoogleWalkout dan tagar #GoogleWalkout menceritakan tentang aksi mogok yang terjadi di seluruh dunia ini. 

Di Mountain View, California, markas utama Google, para pekerja masuk ke plaza utama, tidak jauh dari bangunan yang menjadi kantor dari CEO Sundar Pichai.

Sebagian pekerja menjelaskan tuntutan mereka dengan mikrofon sementara para pemprotes lain meneriakkan ungkapan seperti, "Lawan balik!" Para pemprotes membawa papan dengan tulisan "Dukung para wanita Google" dan "Pria Google mendukung wanita Google."


(Photo by Bryan R. Smith / AFP)

"Kami merepresentaskan gerakan yang telah ada di Google sejak lama," kata Celie O'Neil-Heart, salah satu orang yang mengorganisasi aksi mogok ini pada wartawan, lapor CNET.

"Ini aksi yang lebih penting dari kita sebagai individual." Penyelenggara aksi mogok itu menyebutkan bahwa ada "ribuan" karyawan Google yang ikut serta. 

Para pemprotes juga menyampaikan beberapa tuntuntan mereka pada Pichai dan salah satu pendiri Google, Larry Page. Salah satu tuntutan mereka adalah penghapusan arbitrasi paksa dalam kasus pelecehan seksual.

Arbitrasi berarti para pekerja Google dilarang menuntut perusahaan. Terkadang, mereka harus setuju dengan perjanjian kerahasian. Selain itu, para pekerja juga menuntut perusahaan untuk merilis laporan transparansi terkait kasus pelecehan seksual. 

Di San Francisco, sekitar 1.000 pekerja Google memenuhi Harry Bridget Plaza, membawa papan bertuliskan "Jangan menjadi jahat", yang merupakan salah satu motto Google. 


(Photo by Mason Trinca Getty Images / AFP)

Aksi mogok ini dilakukan setelah New York Times merilis artikel investigasi tentang pelecehan seksual di Google. Menurut laporan tersebut, kreator Android Andy Rubin dituduh telah memaksa seorang pekerja untuk melakukan seks oral di sebuah kamar hotel pada 2013.

Google disebutkan melakukan investigasi dan menemukan bahwa tuduhan itu kredibel. Google lalu meminta Rubin untuk mundur walau mereka tetap memberikan USD90 juta sebagai pesangon. 

Sebagai jawaban atas artikel ini, Rubin membuat sebuah kicauan di Twitter. "Tuduhan salah ini adalah bagian dari kampanye untuk merusak nama baik saya," katanya.

"Artikel itu mengandung beberapa fakta salah tentang waktu saya ketika saya bekerja di Google dan melebih-lebihkan kompensasi yang saya terima."

Artikel dari Times membuat banyak pekerja Google marah. Minggu lalu, CEO dari Alphabet, perusahaan induk Google, Larry Page meminta maaf pada semua karyawan.

Rich DeVaul, Director di X, laboratorium Google, mengundurkan diri pada minggu ini. DeVaul juga dituduh melakukan pelecehan, termasuk pada calon pekerja Google. 

Meskipun tindakan mogok ini merupakan cara para pekerja untuk protes pada manajemen atas Google, para pemimpin Google dikabarkan tidak keberatan.

Pichai berkata bahwa departemen kepegawaian Google akan memastikan bahwa semua manager di perusahaan sadar akan aksi mogok ini dan para pekerja mendapatkan dukungan dari perusahaan jika mereka memerlukannya, menurut surat pada pegawai yang didapatkan oleh Axios


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.