Huawei Nova 3i, Ponsel Rp4 Juta yang Punya Kamera Premium

M Studio    •    Rabu, 28 Nov 2018 06:19 WIB
huawei
Huawei Nova 3i, Ponsel Rp4 Juta yang Punya Kamera Premium
Tampilan Huawei Nova 3i.

Jakarta: Kata "selfie" ditemukan pada 2002, ketika seorang pria asal Australia bernama Nathan Hope mengambil foto dari jahitan di bibirnya ketika dia sedang mabuk.

Dia membuat caption: "Maaf tidak fokus, ini selfie." Sementara foto selfie sendiri diambil pada 1839. Meskipun tidak dinamai selfie, Robert Cornelius, seorang ahli kimia amatir dan orang yang tertarik dengan fotografi berhasil mengambil foto dirinya.

Dalam periode antara 2003 dan 2005, tren selfie mulai berkembang. Orang-orang menjadi semakin sering mengambil selfie ketika mereka bisa mengunggahnya di media sosial seperti MySpace.

Pada 2013, menurut Economic Times, kata "selfie" ditambahkan ke dalam Oxford Dictionary. Selfie dideskripsikan sebagai "foto yang seseorang ambil sendiri, biasanya menggunakan smartphone atau webcam dan dibagikan via media sosial".

Sekarang, dengan semakin berkembangnya teknologi kamera pada ponsel dan juga media sosial, selfie menjadi hal yang biasa dilakukan.

Saat Anda sedang makan siang bersama teman? Anda ambil selfie. Ketika Anda sedang berlibur? Anda ambil selfie dan membagikannya ke Instagram atau Facebook. Bahkan saat Anda sedang sendiri, Anda juga bisa mengambil selfie.

Begitu menjamurnya tren selfie sehingga perusahaan pembuat smartphone melihat ini sebagai kesempatan. Semua smartphone kini dilengkapi dengan kamera depan. Sebagian vendor berlomba-lomba memberikan kamera depan dengan resolusi yang besar.

Tapi…

Cukupkah resolusi besar pada kamera depan?
Tidak. Besar megapixel bukan satu-satunya hal yang akan memengaruhi kualitas foto. Beberapa hal lain yang menentukan kualitas foto adalah teknologi sensor, ukuran sensor, dan besar bukaan atau aperture.

Sensor kamera memiliki pixel di dalamnya. Jika diibaratkan, ukuran sensor merupakan besarnya wadah, sementara pixel merupakan ember yang nantinya akan menampung cahaya yang akan ditangkap.

Ketika Anda ingin memperbesar pixel, Anda harus membuat ukurannya semakin kecil agar muat dalam sensor yang ukurannya juga kecil. Yang menjadi masalah adalah kemampuan pixel pada sensor untuk menangkap cahaya akan semakin buruk karena ukurannya diperkecil sehingga sulit untuk menampung cahaya di "ember" berukuran kecil tersebut.

Apa yang terjadi ketika ukuran sensor tidak diperbesar tetapi pixel diperkecil agar jumlahnya semakin banyak? Analis kamera Gartner, Jon Erensen, mengatakan hal tersebut akan membuat banyak pixel gagal dalam menangkap cahaya.

Kegagalan tersebut nantinya akan direpresentasikan sebagai noise pada foto. Ponsel dengan kamera beresolusi tinggi cenderung memiliki kemampuan low-light yang buruk.

Keunggulan Kamera Depan Huawei Nova 3i?
Meskipun masuk dalam kelas menengah, Huawei telah memasang empat kamera pada Nova 3i: dua kamera belakang dan dua kamera depan.

Untuk kamera depan, Huawei memadankan kamera 24MP dan 2MP. Kamera 24MP merupakan kamera utama yang menyimpan data gambar. Sementara kamera 2MP berfungsi untuk menghitung kedalaman gambar.

Dengan begitu, Anda bisa mengambil foto dengan efek Bokeh atau latar belakang yang mengabur menggunakan kamera depan.



Selain resolusi besar, kamera depan Nova 3i juga memiliki bukaan yang cukup besar, yaitu f/2.0. Ini memungkinkan sensor kamera untuk mendapatkan cahaya lebih banyak sehingga ketika Anda mengambil foto di tempat yang tidak terlalu terang sekalipun, foto tetap terlihat tajam tanpa banyak noise atau derau.



Huawei juga sudah melengkapi kamera Nova 3i dengan fitur AI atau kecerdasan buatan. Ini akan membantu ponsel mengenali objek dari 22 kategori dan akan menyesuaikan pengaturan kamera untuk memberikan hasil yang maksimal.

Melalui fitur AI ini, Nova 3i bisa mengenali umur, gender, dan warna kulit Anda. AI akan mengubah pengaturan kamera untuk memastikan foto selfie Anda terlihat maksimal.

Kamera Belakang Nova 3i, Bagaimana AI Meningkatkan Hasil Jepretan
Untuk masalah kamera depan, Huawei Nova 3i dilengkapi dengan kamera utama 16MP dan kamera monokrom 2MP.

Kamera utama memiliki aperture f/2.2 dan PDAF (Phase Detection Auto-Focus). Fitur PDAF memungkinkan kamera ponsel untuk kembali memfokuskan diri sampai Anda siap untuk mengambil foto.



Mengingat Nova 3i juga memiliki dua kamera belakang, Anda akan bisa mengambil foto dengan efek Bokeh. Selain itu, keberadaan AI akan memudahkan Anda untuk mengambil foto terbaik.

Huawei telah melatih AI pada kamera ini sehingga ia bisa mengenali 22 kategori dari lebih dari 500 adegan. Misalnya, ketika Anda mengarahkan kamera ke makanan, ponsel akan mengenali objek dan menyesuaikan pengaturan untuk menghasilkan foto yang terbaik.



Nova 3i juga kaya akan fitur, mulai dari AR Lens sampai Pro Mode. Pada AR Lens, ada banyak mode yang bisa Anda coba, mulai dari 3D Qmoji, Effects, Backgrounds, dan 3D Objects.

Pada 3D Qmoji, avatar pada ponsel -- yang digambarkan oleh berbagai binatang atau objek lucu, seperti kucing, anjing, dan kelinci -- akan menyesuaikan diri dengan wajah Anda.

Sementara Effects memungkinkan Anda untuk memasang filter Augmented Reality seperti topi virtual, topeng, hingga kuping kucing. Jika tidak puas dengan opsi yang telah disediakan, Anda bisa mengunduh berbagai opsi baru.



Dalam fitur Backgrounds, Anda bisa mengambil foto dengan latar belakang virtual. Sementara pada 3D Objects, Anda bisa melihat gambar dari sebuah objek virtual ke adegan yang hendak Anda foto. Ini akan mengingatkan Anda pada Pokemon Go.


Handheld Night Mode
Ketika Anda hendak mengambil foto dengan smartphone, terutama smartphone kelas menengah seperti Huawei Nove 3i, salah satu masalah yang biasa hadapi adalah foto yang kurang baik ketika Anda mengambil foto pada malam hari. Terkadang, foto yang dihasilkan menjadi buram atau memiliki banyak derau atau noise.

Huawei sadar akan masalah ini. Itulah kenapa mereka meluncurkan Handheld Night Mode. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan Anda untuk mengambil foto pada malam hari dengan lebih baik. Menariknya, untuk mendapatkan foto malam hari yang lebih terang dan natural, Anda tidak perlu menggunakan tripod.



Nova 3i bisa membuat hasil foto di malam hari yang lebih baik berkat kecerdasan buatan yang tertanam di dalamnya. Software baru dari Huawei ini akan membantu AI pada ponsel untuk mendeteksi genggaman, cahaya, dan anti-goncangan untuk menghasilkan foto yang baik.

Foto dengan mode Auto. 



Foto dengan mode Handheld Night Mode.



Ini bukan pertama kalinya fitur seperti ini ditanamkan pada ponsel. Hanya saja, biasanya, ponsel yang memiliki fitur AI pendukung kamera hanyalah smartphone kelas menengah dengan harga lebih dari Rp10 juta.

Kali ini, Huawei membawa fitur AIS Night Shooting ke smartphone kelas menengahnya, menjadikan Nova 3i sebagai smartphone kelas menengah pertama yang memiliki handheld night mode.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.