Penipuan Cryptocurrency Curi Rp41,5 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Nov 2018 16:50 WIB
cryptocurrency
Penipuan Cryptocurrency Curi Rp41,5 Miliar
Ilustrasi.

Jakarta: Di Korea Selatan, telah terjadi exit scam baru. Exit scam adalah penipuan yang dilakukan oleh sebuah pihak dengan menjanjikan cyrptocurrency baru dan mengumpulkan dana dari para investor. Pada ICO (Initial Coin Offering/Penawaran Koin Perdana), mereka lalu menghilang. 

Ialah Pure Bit, bursa cryptocurrency yang langsung tutup setelah mendapatkan USD2,8 juta (Rp41,5 miliar) dalam bentuk Ethereum dari para investor. Mereka berjanji, mereka akan membuat Pure Coin.

Saluran komunikasi mereka, seperti media sosial, masih aktif kemarin. Namun, sekarang, semua saluran komunikasi mereka tidak bisa diakses setelah mereka menyampaikan "maaf" dan "terima kasih", menurut laporan TechCrunch

Dari pembahasan di forum internet, tim di balik Pure Bit tidak diketahui identitasnya dan proses untuk mengembangkan koin virtual di Korea Selatan "memang sedang tren."

"Mereka telah menghapuskan semua bukti," tulis seorang netizen. "Situs yang dibuat oleh nama palsu/host di luar Korea/messengers/kontak juga palsu semua. Sekarang, satu-satunya harapan mereka adalah melacak ether dan berharap untuk yang terbaik."

Pada awalnya, Pure Bit mengatakan bahwa mereka mengumpulkan dana untuk membut "mining coin" baru, yang didasarkan pada standar ERC20 milik Ethereum dan akan membayar dividen pada para investor. Selain itu, mereka juga berencana untuk meluncurkan bursa cryptocurrency yang menggunakan koin PURE mereka, lapor The Next Web

Pure Bit juga mengadakan kampanye, mendorong pengguna untuk mengajak orang lain membawa investor baru. Jumlah minimal uang yang disetor para investor adalah 5 ETH atau Rp15,5 juta.

Menurut situs resmi Pure Bit, mereka mulai mengumpulkan dana pada 5 November dan berencana untuk terus membuka investasi hingga 30 November. 

Ini adalah penipuan terbaru yang menggunakan teknik exit scam pada tahun ini. Menurut berbagai laporan, penipuan jenis ini telah merampas cryptocurrency dengan total nilai lebih dari USD100 juta dalam waktu dua tahun. Penyelidikan lanjutan menunjukkan bahwa angka yang dicuri mungkin lebih tinggi. 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.