Aplikasi Media Sosial Bikin Remaja Percaya Diri?

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 01 Dec 2018 09:30 WIB
teknologi
Aplikasi Media Sosial Bikin Remaja Percaya Diri?
Penelitian menyebut sebagian besar remaja merasa lebih didukung dan percaya diri berkat media sosial.

Jakarta: Media sosial menjadi salah satu momok di kehidupan remaja saat ini, sebab merupakan medium populer yang sering kali digunakan untuk melakukan perundungan siber atau cyber bullying, dan memberikan tekanan untuk tampil sempurna.

Namun, laporan yang dirilis The Pew Research Center menyebut media sosial mampu menjadikan remaja merasa lebih percaya diri dan didukung.

Instansi tersebut melakukan survey pada 743 remaja berusia 13 hingga 17 tahun, dan menemukan bahwa 18 persen remaja merasa lebih terhubung dengan teman berkat media sosial.

Sementara itu, 68 persen remaja di survey ini menyebut berkat media sosial, mereka merasa mendapatkan dukungan dari masyarakat saat menghadapi masa sulit.

Sebanyak 69 persen menyebut bahwa media sosial membantu mereka berinteraksi dengan lebih banyak dan beragam masyarakat.

Media sosial juga disebut menjadikan remaja merasa dilibatkan dan tidak merasa diabaikan, dengan persentase 71 persen dan 25 persen. Sedangkan 69 persen remaja menyebut bahwa menggunakan media sosial menjadikan mereka merasa lebih percaya diri, dibandingkan dengan 26 persen yang merasa kurang percaya diri.

Namun, sebesar 45 persen remaja yang disurvey menyebut kewalahan dengan drama yang terjadi di platform. Sebesar 44 persen melaporkan menghapus pertemanan dan tidak lagi mengikuti sejumlah orang di aplikasi media sosial.

Saat ditanya mengenai alasannya, 78 persen menyebut bahwa orang tersebut merupakan penyebab drama, sedangkan 52 persen beralasan bahwa orang tersebut bertanggung jawab atas tindak perundungan.

Sebesar 43 persen remaja menyebut bahwa mereka merasa diharuskan untuk mengunggah hal yang menjadikan mereka tampil baik di mata pengguna aplikasi media sosial lainnya, sedangkan 37 persen merasa harus mengunggah konten yang akan dapat menerima banyak Likes dan komentar.

Terkait soal topik yang kerap diunggah di media sosial, 44 persen responden mengaku sering mengunggah konten soal keluarga, 34 persen terkait emosi, dan 22 persen terkait dengan kehidupan romansa.

Hanya sebanyak 10 persen responden menyebut kerap mengunggah konten terkait dengan agama atau kepercayaan politik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.