Tahun Depan, Biznet Rambah Sulawesi dan Kalimantan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 17 Oct 2018 14:53 WIB
internet
Tahun Depan, Biznet Rambah Sulawesi dan Kalimantan
Biznet terus bangun jaringan fiber optic di Indonesia. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Beroperasi di Indonesia selama 18 tahun, Biznet telah menggelar 25 ribu kilometer jaringan fiber optic. Tidak hanya Jawa, mereka juga akan membangun infrastruktur jaringan ke pulau lain seperti Sulawesi dan Kalimantan.

"Jika dulu Biznet hanya tersedia di kota besar, kini Biznet juga sudah masuk ke kota-kota lingkar kedua atau ketiga, seperti Kediri dari Purwekerto," kata Vice President Sales, Biznet, Adindana Dasaad saat ditemui di kantor Medcom.id, Selasa, 17 Oktober 2018. "Tahun depan, kami akan mengembangkan jaringan ke pulau lain seperti Sulawesi dan Kalimantan."

"Tahun ini, kami akan memperbarui jaringan, sehingga punya kapasitas yang lebih tinggi, mengingat penggunaan internet juga menjadi semakin besar," kata wanita yang akrab dengan panggilan Dinda ini.

Sekarang, dia menyebutkan, internet tidak hanya digunakan untuk melakukan komunikasi data saja. Internet juga digunakan untuk berbagai hal lain, seperti menonton video atau melakukan panggilan video. Dan ini semua membutuhkan bandwidth yang besar.

"Kami memperbarui teknologi untuk bisa memberikan bandwidth yang lebih besar agar pelanggan mendapatkan pengalaman penggunaan internet yang lebih baik," katanya. Dinda menganggap, semakin banyaknya penyedia layanan video-on-demand seperti Netflix, iFlix dan HOOQ justru merupakan kesempatan bagi Biznet.

Teknologi jaringan baru yang akan digunakan oleh Biznet bernama GPON (Gigabit Passive Optical Network). Menurut situs resmi Biznet, jaringan ini akan bisaa menyediakan layanan internet dengan kecepatan hingga 2,5GBps.

Dinda menyebutkan, kota-kota baru tempat Biznet beroperasi akan langsung menggunakan teknologi jaringan terbaru ini. Selain itu, Biznet juga akan memperbarui teknologi jaringan di kota-kota yang memang memiliki jaringan lama seperti Jakarta.

Dinda juga menjelaskan, meski pada awalnya Biznet fokus sebagai penyedia internet untuk perusahaan, sejak lima tahun belakangan, mereka mulai melirik pasar konsumen.

"Jika dulu internet hanya dibutuhkan oleh perusahaan, sekarang sudah berubah. Pengguna biasa pun bisa memanfaatkan internet dalam kehidupan mereka," kata Dinda. "Misalnya, YouTuber. Mereka bisa mendapatkan uang dari internet selama mereka memiliki ide."

"Kesempatan bisnis tidak hanya ada di perusahaan saja, tapi juga pasar konsumen," kata Dinda. Meskipun begitu, dia mengaku, pasar korporat Biznet tetap lebih besar jika dibandingkan dengan pasar untuk konsumen. Dia menyebutkan, perbandingan antara keduanya adalah 70 persen untuk pasar korporat dan 30 persen untuk pasar konsumen.

"Ke depan, kami akan fokus ke keduanya," katanya. "Karena internet itu boleh dinikmati oleh semua orang."


(ELL)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.