Google Ubah Nama Aplikasi AR Sticker Jadi Playground

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 10 Oct 2018 11:27 WIB
google
Google Ubah Nama Aplikasi AR Sticker Jadi Playground
Google merilis update untuk aplikasi AR Sticker dan mengubah namanya menjadi Playground.

Jakarta: Aplikasi yang sebelumnya dikenal sebagai  AR Stickers, mendapatkan update dari Google, namun dengan usungan nama berbeda yaitu Playground.

Aplikasi ini dapat digunakan pada smartphone kompatibel untuk menambahkan stiker augmented reality (AR) di tampilan kamera guna merekam video dan memotret.

Tidak hanya pada nama aplikasi, nama seluruh stiker juga mengalami perubahan, kini disebut sebagai Playmoji. Seain itu, untuk mendampingi stiker sebelumnya, Google meluncurkan empat paket stiker bertajuk Pets, Signs, Sports dan Weather.

Aplikasi Playground tersedia sebagai mode kamera Pixel baru, dan hanya kompatibel dengan ponsel Pixel 3 dan Pixel 3 XL. Playground tidak hanya dapat berfungsi dengan kamera belakang Google Pixel 3, tapi juga pada kamera depan.

Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan saran secara langsung terkait konten yang direkomendasikan berdasarkan skenario yang terdeteksi, saat pengguna tidak yakin Playmoji yang ingin digunakan.

Menurut Google, aplikasi ini juga akan tersedia pada perangkat Pixel dan Pixel 2, meski masih enggan berbagi informasi menyoal waktu ketersediaannya.

Sementara itu, Google berencana untuk mematikan Google+ bagi konsumen dalam waktu 10 bulan mendatang. Mereka mengumumkan hal ini setelah mereka mengaku bahwa terdapat sebuah bug yang mengekspos data profil dari 500 ribu pengguna Google+. Bug itu telah ditambal pada Maret 2018.

Google mengatakan, saat ini, pengguna Google+ hanya sedikit dan 90 persen dari penggunaan Google+ berlangsung kurang dari lima detik. Meskipun begitu, mereka berencana untuk tetap mempertahankan Google+.

Alasannya karena para pengguna enterprise masih memanfaatkan Google+ untuk berkomunikasi dengan rekan kerja.

Sebelumnya, melalui blog resminya, google mengungkap bahwa informasi dari ratusan ribu pengguna Google+ bocor.

Informasi Google+ yang mengalami kebocoran tersebut antara lain berupa nama, alamat email, pekerjaan, gender dan umur, bahkan jika data itu tercatat sebagai data privat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.