2025, Indonesia Jadi Pasar Terbesar di ASEAN

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 09 Oct 2018 17:54 WIB
google
2025, Indonesia Jadi Pasar Terbesar di ASEAN
Zulfi Rahardian, Industry Manager, Google Indonesia. (Medcom.id)

Jakarta: Masyarakat Indonesia semakin tertarik menghabiskan uangnya untuk berpergian. Hal ini tercermin dari naiknya pencarian terkait traveling dalam Google Search. Sejak 2017, pencarian terkait perjalanan naik 30 persen di Indonesia. 

Google bahkan memperkirakan bahwa industri traveling akan menyumbangkan pendapatan sebesar USD25 miliar pada 2025. Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar produk traveling terbesar di Asia Tenggara ketika itu.

“Kami melihat adanya perubahan tren pola konsumsi, di mana saat ini sebagian masyarakat Indonesia lebih gemar menghabiskan waktu dan pendapatannya untuk kebutuhan traveling (Leisure Economy)," kata Vice President of Marketing, Traveloka, Kurnia Rosyada.

"Pengeluaran liburan di 2018 diperkirakan akan tumbuh 5,1 persen di 2018 mencapai Rp368.9 Triliun.” Menurut data Google, masyarakat Indonesia biasanya membutuhkan waktu 13 hari sebelum memutuskan untuk memesan kamar hotel. 

Meskipun terdengar lama, Zulfi Rahardian, Industry Manager, Google Indonesia mengatakan bahwa waktu yang diperlukan orang Indonesia untuk akhirnya memesan kamar hotel lebih cepat jika dibandingkan dengan negara lain seperti Australia, yang membutuhkan waktu 16 hari dan Jepang dengan waktu 22 hari. 

Saat ditemui di kantor Google, Zulfi menceritakan, selama satu tahun, biasanya ada dua peak season yaitu pada pertengahan tahun, saat Idul Fitri, dan pada akhir tahun, menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. 

"Sembilan puluhan enam persen orang yang memesan hotel mengatakan bahwa pencarian memiliki peran penting dalam proses perencanaan liburan," kata Zulfi.

Dia mengatakan, ketika hendak liburan, seseorang biasanya akan mencari destinasi wisata, transportasi untuk ke tempat tersebut juga hotel untuk ditinggali.

"Sebagian besar pencarian terkait travelling terjadi di mobile," kata Zulfi. "Dibandingkan dengan tahun 2017, pertumbuhan pada kata kunci terkait perjalanan naik 50 persen." Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi pelaku industri perjalanan untuk memberikan pengalaman penggunaan di situs atau aplikasi mobile yang baik.  

"Lima puluh tiga persen pengunjung mobile meninggalkan halaman situs jika waktu loading melebihi tiga detik," ujar Zulfi. 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

21 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.