Alibaba Cloud Gelar Pusat Data Kedua di Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 09 Jan 2019 16:23 WIB
alibaba
Alibaba Cloud Gelar Pusat Data Kedua di Indonesia
Alibaba Cloud mengumumkan kehadiran data center keduanya di Indonesia.

Jakarta: Alibaba Cloud mengumumkan kehadiran data center keduanya di Indonesia. Data center ini mendukung dan meningkatkan kapasitas data center pertama yang telah dihadirkan anak perusahaan Alibaba Group ini pada bulan Maret tahun 2018 lalu.

“Kami melihat banyak permintaan dari masyarakat dan bisnis di Indonesia, yang ingin berkontribusi pada transformasi digital. Sehingga kami memutuskan untuk menggandakan kapasitas data center kami di Indonesia,” ujar Country Manager Alibaba Cloud Leon Chen.

Data center ini menawarkan rangkaian produk dan layanan dari elastic computing, layanan database, jaringan, penyimpanan data, keamanan, middleware, dan solusi untuk mengatasi tantangan industri vertikal.

Selain itu, data center Alibaba Cloud kedua menyediakan kapasitas lebih besar, dengan kemampuan perbaikan akibat bencana yang diklaim lebih baik. Kemampuan ini memungkinkan pelanggan melakukan mission-critical workload di berbagai zona dan mengganti zona dalam waktu singkat.

Dengan kehadiran data center kedua di Indonesia ini, layanan Alibaba Cloud tersedia di 55 zona di 19 wilayah di seluruh dunia. Selain itu, Alibaba Cloud juga meluncurkan Machine Learning for AI, sebagai jawaban atas peningkatan permintaan perusahaan Indonesia terhadap big data dan solusi analitik.

Machine Learning for AI ini diklaim akan menghadirkan pencarian secara fleksibel pada bulan Januari, berkemampuan melakukan pencarian secara langsung, untuk melakukan analisis data dan visualisasi.

Alibaba Cloud turut meluncurkan program Internet Champion Global Accelerator, sebagai bentuk dukungan Alibaba Group terhadap visi Go Digital 2020 yang digalakkan pemerintah Indonesia.

Program ini merupakan program pelatihan dan bimbingan bagi perusahaan dan profesional di Indonesia. Program ini ditujukan untuk memberikan peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperoleh akses ke capital venture.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.