OVO Bakal Bukan Layanan Finansial

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 20 Dec 2018 16:26 WIB
teknologistartupfintechovo
OVO Bakal Bukan Layanan Finansial
Director OVO Harianto Gunawan dan Chief Product Officer OVO Albert Lucius.

Jakarta: Dalam acara Disrupto 2018 pada November kemarin, Chief Financial Officer OVO, Jason Tan, menyebutkan bahwa perusahaannya berminat menghadirkan layanan pinjaman dan yang lainnya. Ini artinya mereka akan berevolusi dari payment gateway.

Minat tersebut tampaknya semakin ditunjukkan oleh pihak OVO dalam acara yang digelar hari ini. Chief Product Officer OVO Albert Lucius kembali menyebutkan minat OVO mengembangkan layanan finansial.

Albert menjelaskan bahwa di tahun 2019 langkah yang diambil OVO salah satunya adalah memperkuat layanannya dengan mengembangkan layanan finansial, seperti menyediakan pilihan asuransi dan pinjaman yang kini memang populer hadir dalam layanan finansial digital.

"Bisnis OVO dimulai sebagai alat pembayaran digital. Saat ini, OVO sudah bisa digunakan di lebih dari 500.000 gerai offline, dan di hampir 180.000 UMKM. Kita melihat, banyak kesempatan yang bisa diambil untuk membantu bisnis para merchant ini agar lebih berkembang," tutur Albert.

"Karenanya, di tahun depan kita juga akan menghadirkan financial services, seperti dalam bentuk working capital loan. Tidak hanya untuk merchant, tetapi juga untuk para driver Grab maupun agen," tambah Albert. Working capital loan yang dimaksud adalah pinjaman modal kerja atau usaha.

Albert tidak menjelaskan secara detil mengenai penyediaan akses layanan asuransi. OVO akan menyediakan pinjaman untuk merchant, driver Grab, dan agen Kudo, dan satu jenis lagi untuk pelanggan seperti layanan OVO PayLater, yang merupakan cicilan online tanpa kartu kredit.

"Keduanya kita jajaki secara paralel. Kita juga akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menyediakan akses pembayaran ke layanan pemerintah, misalnya pembayaran BPJS dan biaya pembuatan SIM," tambah Albert. Layanan finansial tersebut akan mulai dirilis pada kuartal satu tahun depan.

Albert juga mengaku bahwa bentuk layanan finansial berupa pinjaman tersebut bukan crowdfunding atau peer to peer lending, melainkan bekerja sama dengan penyedia layanan pinjamannya lainnya. Jadi OVO menyediakan aksesnya, salah satu mitra yang disebutkan adalah Taralite.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.