Garmin Instinct Pasang Daya Tahan Standar Militer

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 22 Nov 2018 15:49 WIB
garmin
Garmin Instinct Pasang Daya Tahan Standar Militer
Garmin resmi merilis lini terbaru jam tangan cerdas karyanya di Indonesia, Garmin Instinct.

Jakarta: Garmin Indonesia resmi mengumumkan kehadiran lini terbaru jam tangan cerdas karyanya di Indonesia, bertajuk Garmin Instinct.

Jam tangan ini mengunggulkan dukungan teknologi GPS dengan kompas tiga sumbu, serta sistem satelit navigasi global dan pengukur denyut jantung dari pergelangan tangan.

“Jam tangan ini menjadi line terbaru yang Garmin hadirkan untuk jam tangan petualangan kami. Instinct hadir berbeda dengan pendahulunya, berkat dukungan teknologi yang lengkap, termasuk fitur deteksi detak jantung dan standar militer,” ujar Marketing Manager Garmin Indonesia Rian Krisna.

Jam tangan pada lini ini juga diklaim Rian telah memperoleh sertifikasi standar militer Amerika Serikat MIL-STD-810G.

Perolehan sertifikasi ini menjadikan Instinct tahan air hingga 10 ATM, atau memungkinkannya dibawa menyelam dengan kedalaman 100 meter dalam kurun waktu sekitar satu hingga dua jam.

Tidak hanya di kolam renang atau air tawar, sertifikasi 10 ATM ini memungkinkan Garmin Instinct untuk menyelam di air laut. Selain itu, jam tangan ini juga tahan terhadap suhu dari minus 20 derajat Celcius hingga 60 derajat Celcius, serta tahan guncangan saat terjatuh dari ketinggian 122 cm.

Menariknya, Garmin Instinct berbekal aplikasi Garmin Explore, yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk merencanakan perjalanan dan menentukan waktu kembali. Dikombinasikan dengan fitur TrackBack, pengguna dapat menavigasikan rute menuju titik awal perjalanan.

Dengan pengukur detak jantung, Garmin Instinct juga dapat dimanfaatkan untuk memantau kegiatan harian pengguna, seperti waktu tidur, data kesehatan dan tingkat stress.

Instinct juga diklaim kompatibel dengan aplikasi Garmin Connect, memungkinkan pengguna berbagi data terkait olahraga, pola tidur dan lainnya.

Serupa dengan jam tangan cerdas lain, perangkat ini juga berbekal baterai yang dapat diisi ulang. Rian mengklaim baterai Garmin Instinct dapat bertahan selama 14 hari sekali charge, pada mode jam tangan cerdas.

Sementara itu, pada mode GPS jam tangan ini diklaim mampu bertahan selama 14 jam, dan selama 35 jam pada mode hemat baterai UltraTrac.

Garmin Instinct dipasarkan mulai tanggal 22 November ini di Urban Republic, Erafone Store, Erafone dan Blibli seharga Rp4.499.000, dalam pilihan warna Graphite, Tundra dan Flame Red.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.