Red Hat: Open Source Ibarat Air

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 13 Jul 2018 13:41 WIB
red hatcorporatetransformasi digital
Red Hat: Open Source Ibarat Air
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018

Bali: Dalam acara Red Hat Partner Conference APAC 2018, pihak Red Hat menekankan pentingnya open source untuk korporasi.

Banyak keuntungan yang bisa diambil, dan tentunya memberikan rasa aman kepada perusahaan, yang pada akhirnya berujung pada kepuasan konsumen. Hal ini disampaikan oleh Damien Wong, Vice President & General Manager, Asian Growth & Emerging Market Red Hat.

Untuk menjelaskan secara mudah, Damien memberi satu contoh. “Open source itu ibarat air. Air berasal dari berbagai sumber. Namun, banyak orang yang tidak ingin meminumnya langsung. Bisa saja ada air itu tidak bersih. Kemudian, ada perusahaan yang bersedia mengolah air tersebut agar aman dikonsumsi.”

Setelah itu, Damien mengatakan bahwa air yang telah melalui proses tersebut baru bisa dibeli konsumen. “Ini karena mereka telah merasa aman untuk meminumnya. Perusahaan penyedia air tersebut juga memberikan jaminan.”

Open source memberikan akses bebas kepada perusahaan dalam menciptakan sistem yang sesuai untuk karyawannya dan konsumen.

“Perusahaan bisa mencoba lebih dulu, menggarap sistem yang tepat. Jika sudah cocok, mereka baru bisa bayar,” kata Damien.

Ia juga menekankan bahwa open source punya keuntungan dari segi biaya, tidak perlu repot membeli infrastruktur yang pada akhirnya berakhir tak terpakai di gudang. Di saat yang sama, perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan CAPEX berlebih untuk infrastruktur tim IT.

Ini juga menjadi salah satu alasan open source merupakan pilihan utama startup, yang secara finansial kalah jauh dari korporasi besar. Open source bisa menjadi ujung tombak perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital. 


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.