Facebook Tekankan Tidak Jual Data Pengguna Kepada Pengiklan

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 18 May 2018 14:42 WIB
facebook
Facebook Tekankan Tidak Jual Data Pengguna Kepada Pengiklan
Facebook menegaskan tidak menjual data pengguna kepada pengiklan di platform mereka.

Jakarta: Insiden Cambridge Analytica menyebabkan terjadinya penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Facebook.

Dalam acara Facebook Indonesia Press Circle yang berlangsung hari ini, Facebok menegaskan bahwa perusahaannya tidak pernah menjual data pengguna kepada pengiklan di platform mereka.

"Bagi Facebook, privacy data pengguna sangat penting. Kami tegaskan bahwa Facebook tidak membagi informasi soal pengguna kepada siapapun, termasuk pengiklan. Untuk pengiklan, kami menggunakan metode anonim, dan metode audience inti, sehingga informasi yang dibagikan kepada pengiklan merupakan informasi per kategori," ujar Head of Client Solutions Facebook Indonesia Aldo Rambie.

Metode audience inti, disebut pria yang akrab disapa Aldo ini memungkinkan Facebook menghimpun informasi terkait demografi pengguna, seperti umur, lokasi, jenis kelamin, minat dan perilaku penggunaan platform. Hal ini memungkinkan Facebook untuk membentuk kategori pengguna yang diklaim bersifat luas dan akurat.

Aldo juga menjelaskan, Facebook memberikan benefit kepada pengiklan berupa insight terkait konten iklan yang ditampilkan di layanannya, seperti jangka waktu video iklan disaksikan pengguna.

Insight ini dinilai Facebook berguna bagi pengiklan untuk melakukan penyesuaian terhadap kampanyenya, sehingga dapat mencapai target.

Facebook menyebut hanya memberikan ruang kepada iklan kepada pengiklan, seperti yang dilakukan oleh media. Disinggung soal pembagian data kepada aplikasi mitra, Facebook mengaku semakin memperketat sistem pembagian informasi kepada aplikasi tersebut.

Aplikasi dengan kesepakatan kerja sama demi kemudahaan masuk ke aplikasi seperti Spotify, disebut Facebook hanya dapat mengakses data saat pengguna menggunakan aplikasi, serta dengan jumlah dan jenis data yang sangat terbatas.

Selain itu, Facebook juga mengharuskan aplikasi untuk mendapatkan izin dari pengguna terkait dengan aktvitas pengaksesan data sejak tahun 2014 lalu. Pengguna dapat menghapus tanda centang pada pengaturan pemberian izin kepada aplikasi melalui menu pengaturan di platform Facebook.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.