Apple Hapus Aplikasi Berbagi Lokasi dengan Pihak Ketiga

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 10 May 2018 11:05 WIB
apple
Apple Hapus Aplikasi Berbagi Lokasi dengan Pihak Ketiga
Apple memperketat peraturan dan melarang aplikasi di App Store berbagi data kepada pihak ketiga.

Jakarta: Insiden antara Cambridge Analytica dan Facebook dan General Data Protection Regulation Eropa yang akan segera berlaku, menyebabkan privasi kembali menjadi topik hangat di ranah digital.

Apple menjadi salah satu perusahaan yang cukup vokal dalam menyuarakan komitmen mereka untuk melindungi data pengguna.

Perusahaan berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat ini tengah melakukan evaluasi terhadap aplikasi di App Store yang melakukan pembagian terhadap data pengguna.

Hingga saat ini, aplikasi tersebut masih diizinkan, selama pengguna mengetahui dan memberikan izin mereka terkait pembagian lokasi yang digunakan aplikasi.

Kini, Apple mulai memperketat satu peraturan yang menyebut bahwa pengembang harus menginformasikan pengguna terkait alasan pasti kebutuhan pelacakan lokasi, serta cara pengembang dalam menggunakan data milik pengguna pada aplikasinya tersebut.

Selain itu, Apple melarang data pengguna dari aplikasi untuk digunakan dan dibagikan dengan pihak ketiga untuk tujuan tidak terkait upaya pengingkatan pengalaman pengguna, atau peningkatan performa software dan hardware yang terhubung dengan fungsionalitas aplikasi.

Dengan kata lain, Apple tengah mengayunkan palu pada aplikasi yang menggunakan lokasi pengguna sebagai sumber penambangan data dan pendapatan dari iklan pihak ketiga yang tidak diminta dan diizinkan oleh pengguna.

Sementara itu, perayaan peluncuran iMac yang ke-20 dirayakan CEO Apple Tim Cook dengan mengunggah sebuah kicauan.

Melalui akun Twitter pribadinya, Cook menyebut bahwak pada dua puluh tahun lalu, yang jatuh pada hari Minggu lalu, Steve Jobs memperkenalkan iMac ke dunia dan membuka jalan baru bagi Apple, serta mengubah cara masyarakat dalam melihat dan menggunakan komputer.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.