Zuckerberg Janjikan Hadiah Rp550 Juta, untuk Apa?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 11 Apr 2018 15:41 WIB
facebook
Zuckerberg Janjikan Hadiah Rp550 Juta, untuk Apa?
Ilustrasi (William Joel/THE VERGE)

Jakarta: Jelang pertemuan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dengan senat pemerintahan Amerika Serikat hari ini waktu setempat, dia sempat mengumumkan sebuah program berhadiah bagi penemu kasus baru ala Cambridge Analytica di Facebook.

Dikutip dari Digital Trends, Zuckerberg menyebut program berhadiah ini dengan nama Data Abuse Bounty Program.

Program ini nantinya akan menghadiahkan uang kepada setiap orang yang melaporkan celah keamanan atau penyalahgunaan data pada aplikasi atau layanan yang terhubung ke Facebook.

"Program ini memberikan hadiah kepada pihak pertama yang mengetahui dan memiliki bukti bahwa aplikasi di layanan Facebook mengumpulkan data dan memberikan ke pihak lain untuk dijual atau digunakan tanpa izin untuk modus penipuan atau pengaruh politik," ungkap Head of Security Facebook Collin Greene dalam halaman berita situs resmi Facebook.

Greene menjelaskan apabila laporan tersebut terbukti benar maka pihak Facebook akan segera menutup aplikasi di platform mereka dan mengajukan tuntutan hukum atas penjualan data kepada aplikasi tersebut.

Sejauh ini pihak Facebook belum menyebutkan berapa besar hadiah uang yang dijanjikan untuk program bounty hunter tersebut. Namun, untuk penemuan kasus yang dampaknya bisa sangat serius akan diberikan imbalan senilai USD40.000 atau Rp550 juta.

Seperti yang diketahui, Cambridge Analytica memanfaatkan 87 juta data pengguna Facebook tanpa izin, termasuk pengguna di Indonesia. Ini bukan satu-satunya kasus kebocoran data yang menimpa Facebook.

Perusahaan CubeYou juga nelakukan hal yang sama di layanan Facebook lewat sebuah kuis tes kepribadian yang mengaku bekerja sama dengan University of Cambridge dan menjual data tersebut kepada agensi periklanan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.