Perusahaan Swasta Tiongkok Ikut Luncurkan Roket

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 May 2018 09:22 WIB
antariksa
Perusahaan Swasta Tiongkok Ikut Luncurkan Roket
OneSpace, perusahaan swasta Tiongkok, meluncurkan roket untuk pertama kalinya.

Jakarta: Tiongkok merayakan peluncuran roket oleh perusahaan luar angkasa swasta pertama minggu ini. Ialah OneSpace Technologies, perusahaan asal Beijing yang baru saja meluncurkan roket OS-X dari lokasi yang tidak disebutkan pada hari Rabu.

Roket itu dikabarkan mencapai ketinggian 25 mil dan meluncur hingga 170 mil sebelum jatuh ke Bumi. Ini adalah demonstrasi pertama dari apa yang perusahaan percaya akan menjadi bisnis untuk mengirimkan satelit-satelit kecil ke luar angkasa, menurut laporan The Verge.

Sampai sekarang, industri luar angkasa Tiongkok didominasi oleh CNSA (China National Space Administration/Badan Luar Angkasa Nasional Tiongkok) yang merupakan perusahaan negara. Badan tersebut telah mengirimkan satelit, misi sains dan bahkan astronot ke luar angkasa.

CNSA juga sukses mengirimkan robot ke Bulan dan menempatkan dua stasiun luar angkasa di orbit Bumi. Mereka memiliki rencana besar dalam waktu beberapa puluh tahun ke depan, seperti peluncuran Long March 5, roket yang mampu mengangkat beban berat. 



Setelah fokus pada program luar angkasa nasional selama setengah abad, Tiongkok memutuskan untuk melibatkan pihak swasta dalam industri luar angkasa.

Presiden Xi Jinping memastikan bahwa hal itu menjadi prioritas negara pada 2012, ketika dia mengatakan bahwa dia ingin agar Tiongkok menjadi "negara adi kuasa dalam penerbangan luar angkasa". Pada 2014, Tiongkok membiarkan perusahaan swasta ikut dalam peluncuran satelit. 

OneSpace adalah perusahaan swasta Tiongkok pertama yang meluncurkan roket dan mereka punya rencana besar. CEO OneSpace, Shu Chang berkata pada media nasional Tiongkok, China Daily, bahwa dia berharap OneSpace akan menjadi "salah satu perusahaan peluncur satelit kecil terbesar di dunia". Pada 2019, mereka berencana melakukan 10 peluncuran. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.