Asisten Google Bakal Ingatkan Konsumen Seandainya Panggilan Telepon Direkam

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 21 May 2018 13:08 WIB
google
Asisten Google Bakal Ingatkan Konsumen Seandainya Panggilan Telepon Direkam
Dengan teknologi Duplex AI, Google Assistant akan mengidentifikasi diri dan memberitahukan percakapan direkam.

Jakarta: Google Assistant akan berkemampuan mengidentifikasi dirinya di awal percakapan saat melakukan panggilan telepon mewakili pengguna pada akhir tahun ini, dengan memanfaatkan teknologi Duplex AI bersuara layaknya manusia karya Google.

Assistant juga dilaporkan akan berbekal kemampuan memperingatkan penerima panggilan telepon pada wilayah yuridiksi tertentu bahwa panggilan tengah direkam, berdasarkan informasi detil yang dibagikan pada pertemuan Google lalu.

Sejumlah pihak menyambut gembira informasi ini, sekaligus menyayangkan keputusan terkait wilayah yuridiksi tertentu yang disebutkan sebelumnya. Sebab, sejumlah pihak menilai terdapat banyak wilayah yang mengharuskan transparansi dan ketersediaan izin dari kedua belah pihak penelepon, terkait perekaman percakapan.

Informasi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi teknologi Duplex AI yang dilakukan pada Google I/O, menampilkan berbagai emosi dari peniruan gaya bicara kasual hingga etika terkait dengan pemikiran mendalam.

Kemampuan tersebut dilaporkan kembali dikembangkan Google setelah dipamerkan pada ajang tahunannya.

Duplex AI akan diluncurkan dalam format eksperimental pada musim panas mendatang, memungkinkan konsumen untuk memanfaatkannya pada panggilan telepon bisnis seperti memesan restoran atau menetapkan waktu untuk perawatan rambut.

Pada panggung Google I/O, CEO Sundar Pichai menyebut bahwa Assistant dan Duplex AI akan merekam panggilan telepon sehingga pengguna dapat meninjau kembali percakapan tersebut untuk mengkaji kesepakatan antara penelepon dan penerima telepon.

Namun, Pichai tidak menjelaskan bahwa penerima panggilan telepon akan diberitahukan terkait proses perekaman suara percakapan.

Beberapa hari setelah ajang I/O berlangsung, Google menekankan bahwa transparansi pada teknologi merupakan hal penting, dan menyebut bahwa perusahaannya akan memastikan sistem teridentifikasi dengan benar.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.