IGTV, Senjata Instagram Lawan YouTube

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 21 Jun 2018 10:25 WIB
instagram
IGTV, Senjata Instagram Lawan YouTube
Founder & CEO Instagram Kevin Systrom.

Jakarta: Dalam sebuah acara yang digelar Instagram semalam di San Fransisco, Amerika Serikat, mereka mengumumkan satu fitur yang akan membuat YouTube sebagai kanal video on-demand merasa cemas.

Instagram mengumumkan bahwa mereka menghadirkan fitur sekaligus platform untuk video dengan jangka durasi yang lebih panjang dari Instagram Stories dengan nama IGTV. Kabarnya durasai video yang disajikan akan mencapai durasi stau jam.

Layaknya YouTube, IGTV menurut CEO Instagram Kevin Systrom menjadi langkah evolusi dari konten video di Instagram dan semua pengguna bisa menjadi konten kreator di platform di dalamnya.

IGTV hadir langsung di dalam aplikasi Instagram, dan menariknya mereka tetap mempertahankan video format vertikal.



Di blog resmi mereka, Instagram menyebutkan bahwa di tahun 2021 mobile video tercatat mendominasi trafik layanan data hingga 78 persen, dan diprediksi audiens muda akan lebih banyak berkolaborasi dengan konten kreator ketimbang kalangan profesional.

Pihak Instagramn sendiri menyatakan bahwa fitur ini sudah dirilis untuk platform iOS dan Android tapi berdasarkan pantauan Belum semua pengguna smartphone Android maupun iPhone sudah menjajal fitur ini, kemungkinan masih terbatas di kawasan negara tertentu.



Dari foto yang ditampilkan oleh TechCrunch, IGTV akan memiliki tampilan yang sedikit berbeda dari Instagram Stories tapi sama-sama dioperasikan dengan cara menyapukan jari ke arah kanan untuk menggeser video selanjutnya. Video akan terputar secara otomatis seperti Instagram Stories.

Setiap pengguna yang memiliki untuk follow atau subscribe akun kreator tertentu juga akan mendapatkan notifikasi saat akun tersebut mengunggah video terbaru. Pihak Instagram menyatakan bahwa mereka belum akan memonetisasi fitur ini, sehingga konten kreator tidak akan mendapatkan bayaran dari Instagram maupun menghadirkan iklan di dalamnya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.