Pakai Apple Watch Saat Mengemudi, Mahasiswa Didenda Rp5,5 Juta

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 01 Jun 2018 09:30 WIB
apple
Pakai Apple Watch Saat Mengemudi, Mahasiswa Didenda Rp5,5 Juta
Mahasiswa ditilang dan harus membayar denda akibat menggunakan Apple Watch saat mengemudi.

Jakarta: Kanada menerapakan hukum cukup ketat terkait dengan peluang terganggunya konsentrasi saat mengemudi.

Hal ini terlihat pada insiden mahasiswa University of Guelph Victoria Ambrose yang dihentikan oleh polisi akibat menggunakan Apple Watch untuk memeriksa waktu saat mengemudi.

Sang polisi menyebut bahwa dirinya melihat kilauan kecil dari dalam mobil, dan mendapati Ambrose menatap ke arah bawah selama empat kali.

Selain itu, sang polisi juga menyebut bahwa saat Ambrose berhenti di lampu merah, dirinya tidak berjalan maju hingga polisi mengarahkan lampu ke mobilnya.

Pengacara yang mewakili Ambrose menyebut bahwa hukum mengemudi dengan fokus tidak penuh, yang diterapkan pada tahun 2009 akibat pertumbuhan ponsel mobile, tidak berlaku pada kasus ini karena membutuhkan seseorang pada perangkat mobile untuk mengaktifkan layar, dan mengetuknya lagi untuk menonaktifkannya.

Selain itu, pengacara Ambrose juga menyebut bahwa jam tangan tersebut tidak terhubung dengan perangkat komunikasi. Pembelaan tersebut juga mengemukakan bahwa karena smartwatch yang dikenakan Ambrose memenuhi kualifikasi untuk dipertimbangkan sebagai perangkat hands-free yang secara aman dipasang di mobil.

Seluruh argumen yang disuguhkan sebagai pembelaan ditolak oleh badan hukum bertajuk Justice of Peace.

Llyod Philips memutuskan bahwa Apple Watch masih merupakan perangkat komunikasi, dan meski terpasang dengan baik di tangan pengguna, perangkat ini masih berpeluang untuk mengganggu konsentrasi pengemudi layaknya sebuah ponsel dipasangkan di pergelangan tangan seseorang.

Tindakan penggunaan Apple Watch saat mengemudi ini mengganjar Ambrose denda sebesar USD400 (Rp5,5 juta).

Kemudian, pengacara Ambrose menyebut bahwa hukum tersebut perlu lebih spesifik terkait dengan tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan penggunaan teknologi baru saat mengemudi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.