Facebook Punya Sistem Peringatan Sauron, Apa Fungsinya?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 07 May 2018 12:04 WIB
media sosialfacebook
Facebook Punya Sistem Peringatan Sauron, Apa Fungsinya?
Nama Peringatan Sauron merupakan referensi pada The Lord of the Rings. (New Line Cinema)

Jakarta: Karyawan Facebook mendapatkan notifikasi keamanan khusus jika karyawan lain masuk ke akun mereka dan mengakses data pribadi mereka, lapor The Wall Street Journal.

Nama sistem ini sebenarnya adalah Security Watchdog. Namun di kalangan karyawan Facebook, sistem tersebut dinamai "Peringatan Sauron", sebagai referensi pada penjahat utama dalam seri The Lord of the Rings. 

Seperti yang disebutkan oleh Business Insider, sebagian kecil karyawan Facebook memiliki hak khusus, memungkinkan mereka untuk masuk ke akun Facebook pengguna lain dan mengakses informasi pribadi pada akun tersebut, seperti gambar dan juga pesan. Menurut laporan Journal, kemampuan untuk masuk ke akun pengguna lain memungkinkan mereka untuk menyelidiki masalah yang ada, menguji beberapa fitur baru dan menyelidiki kriminal. 

Peringatan Sauron hanya didapatkan oleh staf Facebook. Biasanya, peringatan ini muncul dalam bentuk email atau notifikasi pada akun mereka. Sistem ini dibuat karena ada sebagian teknisi yang mengakses akun pekerja lain untuk menguji fitur baru atau memerbaiki masalah teknis. 

Sayangnya, 2,2 miliar pengguna aktif Facebook tidak akan mendapatkan peringatan yang sama ketika pegawai Facebook mengakses akun mereka. Ini menjadi kekhawatiran baru setelah Facebook memecat seorang karyawan atas tuduhan memata-matai para wanita di Tinder minggu lalu.

Menurut laporan Motherboard, ini bukan kali pertama karyawan Facebook dipecat karena menyalahgunaan hak akses mereka. Kepada Journal, juru bicara Facebook berkata bahwa mereka mempertimbangkan untuk mengaktifkan Peringatan Sauron pada pengguna lainnya. 

"Ketika memikirkan bagaimana caranya untuk memberikan peringatan serupa pada semua orang, ada beberapa pertimbangan penting yang harus kami pikirkan. Misalnya, bagaimana caranya untuk  menghindari orang jahat tahu atau memastikan pekerjaan kami untuk mencegah kejahatan di dunia nyata tidak terganggu, seperti kekerasan atau situasi sensitif lain," kata sang juru bicara. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.