Komisi AS Imbau Warganya Tidak Pakai Galaxy Note 7

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 10 Sep 2016 20:34 WIB
galaxy note 7
Komisi AS Imbau Warganya Tidak Pakai Galaxy Note 7
Samsung Galaxy Note 7

Metrotvnews.com: Setelah banyaknya laporan insiden terkait ponsel Samsung Galaxy Note 7, berbagai pihak mulai menerapkan aturan khusus untuk penggunaannya.

Beberapa pihak tersebut adalah tiga maskapai Australia yang meminta penumpangnya untuk tidak menyalakan dan mengisi ulang baterai Galaxy Note 7 di dalam pesawat, serta badan penerbangan Amerika Serikat (FAA) yang menyarankan agar Galaxy Note 7 tidak disimpan di dalam bagasi pesawat.

Tidak hanya itu, komisi perlindungan konsumen AS (CPSC) mengeluarkan imbauan kepada pengguna Galaxy Note 7 di AS untuk tidak menggunakan ponselnya sementara waktu, hingga Samsung mengganti seluruh Galaxy Note 7 yang ada di pasar dengan produk baru yang telah dipastikan keamanannya.

Imbauan tersebut muncul setelah kasus terbakarnya sebuah mobil yang diduga akibat baterai Galaxy Note 7 yang meledak baru-baru ini di AS.

Samsung terus berusaha menarik ponsel Galaxy Note 7 dari pasar. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikatakan harus mengeluarkan dana hingga Rp13 triliun untuk menarik dan mengganti ponsel barunya tersebut di pasar.

Galaxy Note 7 merupakan ponsel flagship terbaru Samsung yang baru saja dirilis bulan Agustus kemarin. Dalam peluncurannya, Galaxy Note 7 memang tampil sangat menarik karena memiliki fitur dan spesifikasi yang lebih baik dari versi sebelumnya. Namun, karena insiden meledaknya baterai pada ponsel ini, Samsung harus menarik lebih dari 2,5 juta Galaxy Note 7.

Di Indonesia sendiri, berbagai situs e-commerce telah menghentikan sesi pemesanan ponsel Galaxy Note 7. Samsung Electronics Indonesia bahkan menawarkan kompensasi, untuk semua pelanggan yang telah memesan Galaxy Note 7.


(MMI)

Video /