Trump Tuduh Facebook, Ini Jawaban Zuckerberg

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 29 Sep 2017 13:20 WIB
media sosialamerika serikatfacebookdonald trump
Trump Tuduh Facebook, Ini Jawaban Zuckerberg
Zuckerberg membantah tuduhan Presiden AS Donald Trump. (David Paul Morris / Bloomberg via Getty Images)

Metrotvnews.com: CEO Facebook, Mark Zuckerberg menjawab kicauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa Facebook "selalu anti-Trump" selama pemilu presiden AS pada tahun lalu. 

"Trump berkata, Facebook mempersulitnya. Para liberal berkata kami membantu Trump," tulis Zuckerberg. "Keduanya marah akan ide dan konten yang mereka tidak suka. Seperti inilah rasanya menjalankan platform yang menampung semua ide."

Zuckerberg membuat pernyataan ini pada hari yang sama Facebook, Google dan Twitter dipanggil untuk memberikan kesaksian di hadapan Kongres pada 1 November. Ketika itu, ketiga perusahaan itu akan ditanyai terkait campur tangan Rusia dalam pemilu presiden AS pada 2016 dan bagaimana Moscow menggunakan platform yang disediakan perusahaan teknologi itu untuk menyebarkan informasi salah dalam usahanya untuk memengaruhi hasil pemilu. 

Pada awalnya, Zuckerberg merasa, Facebook tidak mungkin telah memengaruhi hasil pemilu presiden. Namun, sejak itu, Facebook telah menemukan bahwa Rusia menghabiskan lebih dari USD100 ribu (Rp1,3 miliar) untuk membuat iklan politik di media sosial tersebut dengan tujuan untuk memperkuat pesan politik tertentu. 

"Setelah pemilu, saya membuat komentar bahwa kemungkinan informasi salah di Facebook di Facebook mengubah hasil pemilu adalah ide gila," tulis Zuckerberg. "Menyebut ide itu gila menunjukkan keacuhan dan saya menyesalinya. Ini juga isu penting yang tidak boleh diacuhkan."

Facebook juga telah setuju untuk memberikan informasi terkait iklan Rusia pada Kongres. Pada The Verge, para moderator Facebook mengaku bahwa mereka tidak siap untuk menangani iklan politik dari Rusia.

Zuckerberg juga mengumumkan melalui Facebook Live bahwa mereka tidak lagi menerima iklan yang pembayarannya tidak bisa dilacak. 

"Kami akan meninggikan standar transparansi Facebook," ujar Zuckerberg. "Tidak hanya Anda harus memberitahukan Page apa yang membayar iklan, kami juga akan memastikan Anda bisa mengunjungi halaman pengiklan dan meihat iklan-iklan yang mereka tampilkan pada pengguna Facebook."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.