Indonesia Menangkan Global SME Awards di ITU Telecom World 2017

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 29 Sep 2017 10:57 WIB
startupdigitalnkri
Indonesia Menangkan Global SME Awards di ITU Telecom World 2017
Para perwakilan dari Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia ikut serta dalam ITU Telecom World 2017. Kali ini, Indonesia diwakili oleh Telkom Indonesia, Tokopedia juga berbagai startup seperti Modalku, Tukang Sayur, Caslez dan Nurbaya Initiative, serta program inisiatif Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. 

Dalam ajang ITU Telecom World 2017, Modalku berhasil menjadi pemenang Global SME Award dengan nilai tertinggi. Modalku adalah startup yang bergerak di bidang peer-to-peer lending. Mereka menyediakan platform yang akan menghubungkan pelaku UKM yang membutuhkan dana pinjaman dengan pemberi pinjaman yang ingin alternatif investasi terjangkau. 

"Misi utama Modalku adalah menciptakan inklusi finansial di Indonesia melalui inovasi teknologi. UKM membutuhkan modal usaha tapi kebanyakan tidak mendapatkannya karena pasar yang tidak efisien atau produk yang tidak sesuai. Inilah peran Modalku, kami menyediakan akses pinjaman modal usaha tanpa agunan dengan proses online yang mudah dan cepat untuk memajukan ekonomi Indonesia," kata Co-Founder dan COO Modalku, Iwan Kurniawan.

"Inklusi keuangan adalah salah satu masalah terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan dukungan dari Kominfo dan ITU, kami berharap, pemanfaatan digital dapat diterapkan secara maksimal untuk para UMKM Indonesia agar dapat mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat," ujar Iwan. 

Selain itu dua perwakilan Indonesia lainnya berhasil menjadi finalis dalam Global SME Award dengan dua kategori yang berbeda. Keduanya adalah Tukangsayur.co, yang menjadi finalis dalam kategori Business Model dan Kampung UKM Digital yang menjadi finalis di kategori Greatest Social Impact. Melalui Admedika, Telkom berhasil memenangkan penghargaan dalam kategori Corporate Award bidang e-health.

"Belanja kebutuhan dapur di Indonesia kadang bisa menjadi sesuatu yan gmerepotkan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang tidak punya akses langsung ke tukang sayur keliling atau pasar tradisional. Di perumahan, memang ada tukang sayur keliling tapi sering kali, sayuran yang ada tidak sesegar di pasar," kata Farry Argoebie, CTO Tukangsayur.co. "Ada juga yang memilih untuk membeli di supermarket, tapi harga yang ditawarkan bisa lebih mahal."

Salah satu tujuan Kominfo ikut serta dalam ITU Award adalah untuk memfasilitasi pemerintah untuk membantu startup lokal untuk memperbesar bisnis mereka. Hal ini sejalan dengan ajakan Menteri Kominfo, Rudiantara, yaitu memulai gerakan global untuk menyelesaikan masalah kesenjangan kesejahteraan masyarakat.


(MMI)