Oracle: HRD Juga Perlu Transformasi Digital

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 29 Aug 2017 12:52 WIB
oraclecorporate
Oracle: HRD Juga Perlu Transformasi Digital
Ilustrasi: Manajemen Personalia

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut survey Oracle, saat pegawai merasakan pengalaman positif, sesuai dengan personalisasi, kecepatan dan mobilitas teknologi yang mereka gunakan sehari-hari, mereka pun akan lebih bahagia dan lebih produktif. Kombinasi antara kepuasan dan produktivitas yang lebih tinggi akan menghasilkan profit.

Dalam keterangan resminya, Oracle menyebutkan, hal ini seirama dengan tiga tren yang terlihat dari dunia HRD. Pertama adalah pentingnya pengalaman pegawai akan mulai menjadi fondasi semua proses personalia.

Di sini, perusahaan akan bergeser dari membangun proses personalia, dan mulai mendesain pengalaman yang kuat untuk pelatihan atau perekrutan yang memungkinkan mereka untuk menginformasikan serta berinteraksi dengan pegawai dalam cara yang lebih kaya dan menginspirasi.

Lalu adanya penggunaan Internet of Things (IoT) dan perangkat wearable untuk mengukur produktivitas akan menjadi standarisasi. Mendorong produktivitas dan performa melalui program kehidupan kerja dan inisiatif kesejahteraan yang menggabungkan IoT dan perangkat wearable akan menjadi fokus utama.

Contohnya, di Singapura, perusahaan menerapkan kebijakan National Steps Challenge dari pemerintah (yang diukur melalui alat pelacak langkah) dan langsung terintegrasi dengan platform HR untuk mendorong kesehatan, kerjasama tim, moral, dan juga kegemaran.

Hal yang terakhir adalah analitik yang real-time dan prediktif akan memainkan peran yang lebih penting dalam pengambilan keputusan. Karena ada kebutuhan untuk mengukur dan mengembangkan pengalaman pegawai, akan ada permintaan untuk data yang real-time untuk penyelarasan.

“Karena bagian personalia fokus untuk mengukur kinerja pegawai dan tim dengan lebih detail, mereka akan menangkap lebih banyak data. Semakin banyak data yang dimiliki, semakin banyak yang bisa menerapkan analitik dan mencari pola,” kata Yazid Dalal, Senior Director, HCM Strategy & Transformation, Oracle Corporation.

“Dengan teknologi yang tepat, bagian HR atau personalia bisa menggunakan data untuk melihat masa depan, analitik yang prediktif. Jika bisa melihat masa depan, HR akan bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan terinformasi.” 

Pemanfaatan teknologi digital untuk bagian HR ini bisa dilihat dari berbagai perspektif. Dari perspektif angka pragmatis, banyak perusahaan, terutama di pasar yang berkembang, yang berinvestasi besar di kesehatan, kesejahteraan, dan asuransi pegawai. Jika kesejahteraan pegawai meningkat, premi asuransi pun menurun. Artinya, ada manfaat keuangan yang nyata untuk perusahaan.

Dari perspektif “soft benefit”, di suatu perusahaan mungkin ada tenaga kerja yang menua atau berumur. Perusahaan perlu tahu apakah akan ada banyak cuti sakit yang diminta. Perusahaan pasti ingin melihat siapa yang melakukan apa dan berapa lama.

Dari perspektif budaya perusahaan, orang-orang cenderung bekerja lebih baik saat mereka merasa menjadi bagian dari tim. Saat mereka terlibat dalam kegiatan grup, terutama di luar jam kerja, biasanya tingkat moral dan keterlibatan akan meningkat.

Strategi utama agar bagian personalia agar berhasil go-digital adalah dengan dimulai dengan memahami pegawai. Dalam banyak perusahaan saat ini, pegawai datang ke kantor tiap pagi, duduk di mejanya, menutup teleponnya dan seakan berjalan mundur selama 8-10 jam ke depan, menggunakan perangkat dengan koneksi yang lebih lamban dan perangkat lunak yang kuno.

Teknologi mengubah cara pegawai berinteraksi, bukan hanya dengan pekerjaan mereka, tapi dengan sesama pegawai. Komponen utama adalah HR digital harus berbasis pada aplikasi cloud. Hanya melalui cloud perusahaan bisa memastikan bahwa apa yang mereka sediakan kepada pegawai akan terus berinovasi dan menyesuaikan dengan perubahan. 

HR Cloud dan pembelajaran adalah kekuatan yang besar. Kemampuan untuk belajar di kesempatan yang singkat, melalui pengalaman mobile yang kaya, adalah cara belajar yang baru. Itu menyediakan platform untuk pembelajaran yang self-directed dalam format yang menarik untuk berbagai tingkatan. 


(MMI)