Startup Rekrutmen Urbanhire Dapat Investasi Pra-Seri A

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 15 Aug 2017 15:04 WIB
startupdigitalnkri
Startup Rekrutmen Urbanhire Dapat Investasi Pra-Seri A
Urbanhire baru saja mendapatkan pendanaan pra-seri A.

Metrotvnews.com: Urbanhire, perusahaan teknologi di bidang rekrutmen asal Indonesia, baru saja mendapatkan pendanaan investasi pra-seri A. Investasi ini dipimpin oleh Convergence Ventures dan diikuti oleh Capital Social, 500Startups, Tortola Capital, Denali Capital, dan Intrafood Group.

Dengan kucuran dana segar ini, Urbanhire ingin memperluas jangkauan mereka dalam skala regional dan nasional. Tidak hanya itu, mereka juga ingin membangun kapabilitas pemasaran dan penjualan. Terakhir, mereka juga ingin mengembangkan produk mereka seperti pencocokan algoritma antar pencari kerja dan perusahaan. 

"Dalam waktu dekat, platform kami akan menggunakan teknologi machine learning untuk memfasilitasi pencocokan kebutuhan antara perusahaan dan pencari kerja," kata Founder & CEO at Urbanhire Benson Kawengian.

Startup yang didirikan pada 2016 ini bertujuan membantu perusahaan skala menengah hingga perusahaan besar untuk membuat proses rekrutmen pegawai baru menjadi lebih efektif. Salah satu fitur yang ditawarkan oleh Urbanhire adalah distribusi lowongan kerja ke lebih dari 40 portal lowongan kerja, seperti LinkedIn, Indeed dan Glassdoor. 

Dengan begitu, perusahaan tidak perlu lagi repot-repot memasang lowongan pekerjaan berkali-kali. Selain itu, Urbanhire juga dilengkapi dengan fitur pelacakan pelamar, pencarian resume dan platform kolaborasi yang berfungsi memudahkan tim berkomunikasi lebih efektif. 

"Diharapkan kedepannya Urbanhire dapat menjembatani kesenjangan antara tingkat pengangguran dan kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja melalui sistem pencocokan pekerjaan yang efisien dan platform digitalnya," kata Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF). 

Saat ini, Urbanhire memiliki lebih dari 2.000 entitas bisnis sebagai klien, beberapa di antaranya Grup Gunung Sewu, BPJS Kesehatan, Grup MPM, PT Elnusa Tbk., Grup Kompas, BizNet Gio. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.