Kecerdasan Buatan Justru Bantu Manusia Bekerja Lebih Efektif

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 28 Nov 2016 13:08 WIB
robot
Kecerdasan Buatan Justru Bantu Manusia Bekerja Lebih Efektif
Ilustrasi.

Metrotvnews.com: Ada rasa takut robot dan AI atau kecerdasan buatan akan mengambil alih pekerjaan manusia atau bahkan akan menghancurkan manusia.

Namun, pada kenyataannya, kemungkinan besar, AI hanya akan membuat manusia dapat mengerjakan tugasnya dengan lebih baik dan bukannya mengambil alih pekerjaan mereka.

Meskipun konsep robot membantu manusia bekerja dengan lebih baik tidak semenarik ide robot akan mengambil alih pekerjaan manusia, tapi pada tahun ini, pandangan realistis tentang AI adalah ia akan membantu manusia dalam pekerjaannya.

Menurut TechCrunch, para teknisi di Silicon Valley mungkin terlihat seolah mereka berusaha untuk menggantikan pekerja manusia dengan robot. Sebenarnya, banyak di antara mereka yang hanya berusaha membuat manusia dapat bekerja dengan lebih baik, dengan menggabungkan kekuatan komputer dan kreativitas manusia.

CTO Accenture, Paul Daughtery menyebutkan, inilah yang menjadi tujuan perusahaannya; membuat kecerdasan buatan sebagai pembantu manusia dan bukannya menggantikan mereka. Hal ini pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Tujuan kami dengan AI bukanlah untuk membuat manusia super tapi membuat seorang manusia menjadi super," kata Daughtery. Dia menegaskan, perusahaannya akan fokus menyelesaikan masalah nyata dengan AI, yaitu dengan menyederhanakan sebuah masalah kompleks dengan bantuan AI.

Untuk mencapai tujuan itu, Accenture melakukan 3 pendekatan dengan AI. Pertama, mereka ingin melakukan transformasi proses bisnis, membuatnya menjadi lebih cerdas. Kedua, mereka ingin memberikan cara yang lebih efektif bagi manusia untuk berinteraksi dengan mesin sehingga kita dapat memanfaatkan kemampuan mesin untuk memproses data dengan maksimal.

Terakhir, mereka ingin membantu menampilkan data yang tidak terstruktur, masalah yang dihadapi oleh perusahaan selama berpuluh-puluh tahun.

Daughtery menyebutkan, perubahan ini tidak hanya mempengaruhi orang-orang yang bekerja di level atas, tapi juga pekerja di pabrik. Dia bercerita tentang salah satu klien perusahaannya yang menggabungkan AI dengan headset augmented reality untuk mengajarkan kemampuan baru pada pekerja yang kemampuannya masih rendah.

Para pekerja akan diberitahukan instruksi yang sangat spesifik melalui headset itu sehingga mereka dapat belajar dengan lebih cepat. Terbukti, pendekatan ini disukai oleh para karyawan dan juga perusahaan karena mereka dapat mendistribusikan pekerja di berbagai bidang pekerjaan tanpa harus melakukan pelatihan yang memakan biaya tinggi.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.