Curi Foto Pelanggan, Pekerja Apple Store Dipecat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 14 Oct 2016 07:55 WIB
apple
Curi Foto Pelanggan, Pekerja Apple Store Dipecat
Ada pekerja Apple Store di Australia yang dipecat.

Metrotvnews.com: Apple Store di Australia terlibat skandal baru. Kali ini, skandal itu melibatkan pencurian foto pribadi pelanggan.

Menurut Couries Mail, Carindale Apple Store di Queensland memecat 4 pekerjanya karena tidak hanya mereka mencuri gambar sensitif dari posel pelanggan yang sedang dibetulkan, tapi juga karena mengambil foto tidak senonoh dari rekan pekerja perempuan tanpa sepengetahuan mereka.

Keempat orang tersebut dilaporkan berbagi apa yang mereka dapatkan dengan pekerja lain dalam sebuah chat. Di sini, mereka lalu menilai bagian tubuh wanita. Ketika hal ini ditemukan, para pekerja yang dipecat itu telah mendapatkan koleksi yang cukup banyak.

Para pekerja itu telah mendapatkan lebih dari 100 foto pelanggan dan rekan kerja mereka, termasuk foto dada dan bokong wanita.

Engadget melaporkan, kejadian ini terbongkar ketika seorang pekerja melihat pekerja lainnya memainkan iPhone pelanggan di ruangan perbaikan. Courier Mail berkata, pihak toko Carindale lalu membawa masalah ini ke eksekutif sumber daya manusia untuk menyelidiki masalah ini.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Apple menegaskan bahwa pihak penyelidik tidak menemukan bukti bahwa pekerja Apple Store memindahkan foto pelanggan dan mengambil foto tidak pantas dari pekerja wanita tanpa izin mereka.

Namun, Cupertino mengonfirmasi bahwa pihak Apple Store telah memecat beberapa orang sebagai hasil dari penyelidikannya. Sayangnya, tidak jelas mengapa beberapa orang pekerja akan dipecat jika mereka memang tidak mencuri foto pelanggan dan mengambil foto rekan pekerja mereka.

Tahun lalu, Apple Store di Melbourne terlibat skandal karena para pekerjanya menendang sekumpulan remaja berkulit hitam. Alasannya adalah karena mereka khawatir anak-anak itu akan mencuri sesuatu. Pihak Apple Store lalu meminta maaf atas kejadian ini dan CEO Tim Cook mengirimkan email ke seluruh pegawai Aple bahwa kejadian seperti itu tidak bisa ditoleransi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.