Facebook Ingin Bot Messenger Lebih Pintar

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 15 Nov 2016 11:49 WIB
facebook
Facebook Ingin Bot Messenger Lebih Pintar
Bots pada Facebook Messenger kini dapat memanfaatkan Facebook Analytics.

Metrotvnews.com: Facebook mengumumkan bot pada fitur Messenger Platform kini dapat memanfaatkan sistem Facebook Analytics. Bots dapat melacak sejumlah hal seperti usia, gender, pendidikan, bahasa dan minat penggguna.

Namun, data ini hanya akan tersedia untuk para pengembang bots dalam bentuk statistik anonim teragregasi, sehingga dapat menjamin kerahasiaan data terkait minat dan aktifitas pengguna. Dukungan kemampuan pemanfaatan Facebook Analytics tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya Facebook dalam menjadikan bot pada Messenger lebih cerdas.

Kehadiran kemampuan pelacakan pengguna ini disebabkan karena merupakan hal yang belum dapat dilakukan bot sebelumnya. Sebelumnya, bot telah memiliki kemampua untuk mengonfirmasikan reservasi, penerima pembayaran, berbagi informasi dengan pengguna dan sebagainya.

Facebook pertama kali meluncurkan bot pada Messenger Platform miliknya tersebut pada bulan April lalu, dan dinilai sebagai langkah Facebook dalam mengikuti jejak kompetitornya. Sejak peluncuran tersebut, Facebook telah menciptakan lebih dari 34 ribu bot berbeda yang diciptakan untuk berbagai tujuan dan untuk mendukung berbagai jenis bisnis.

Sementara itu, Facebook juga memperkirakan bahwa konsumen akan lebih memilih untuk mengirim pesan teks via bot dibandingkan dengan melakukan panggilan telepon kepada customer service, saat membutuhkan bantuan terkait dengan bisnis mereka.

Saat ini, bots yang dihadirkan Facebook ini mendapatkan dukungan dari sejumlah aplikasi, di antaranya dari Octane AL dan Chatfuel. Kedua aplikasi ini menawarkan peralatan khusus yang memungkinkan semua orang untuk membuat chatbot pada Facebook Messenger.

Bersamaan dengan dukungan Facebook Analytics untuk bots, Facebook juga membuka program FbStart untuk pengembang dan bisnis Messenger Platform. Program ini bertujuan untuk membantu startup aplikasi dan bisnis dalam membangun dan mengembangkan aplikasi mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.