Samsung Kembangkan Alat Pengisian Daya Nirkabel

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 26 Mar 2018 09:35 WIB
samsung
Samsung Kembangkan Alat Pengisian Daya Nirkabel
Samsung dilaporkan tengah mengembangkan alat pengisi daya baterai nirkabel via udara.

Jakarta: Menurut paten Samsung dari tahun 2016 yang baru saja dirilis oleh World Intellectual Property Organization (WIPO), raksasa teknologi ini tengah bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Disney, mengembangkan alat pengisian daya nirkabel via udara.

Pengisian daya nirkabel saat ini adalah istilah yang salah, karena terdapat kabel yang terhubung ke alas alat ke soket listrik. Namun, pengisian daya nirkabel via udara secara otomatis mulai mengisi daya baterai pada perangkat kompatibel saat berada di dalam jangkauan sinyal.

Paten ini menampilkan bahwa alat tersebut tidak dilengkapi alas pengisian daya, dan daya ponsel tetap dapat terisi bahkan saat berada di saku. Paten Samsung yang didaftarkan di Korea Selatan ini menggambarkan metode untuk memfokuskan energi pada perangkat di dalam ruangan, yang dilengkapi dengan kemampuan pengisian daya nirkabel over-the-air (OTA).

Sistem ini akan memungkinkan perangkat mengisi daya secara nirkabel bahkan saat pengguna tengah berjalan di sekitar ruangan. Hal ini dimungkinkan berkat reflektor yang akan mengirimkan sinyal pengisian daya di sekitar ruangan tertutup tanpa hambatan.

Selain itu, sistem yang dinilai sebagai teknologi berguna ini diperkirakan akan tersedia dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti, perusahaan yang akan menghadirkan perangkat ini terlebih dahulu, sebab sejumlah perusahaan teknologi lain juga dikabarkan tengah mengembangkan teknologi serupa.

Sebelumnya, perusahaan riset elektronik Tech Insights mengumumkan hasil analisisnya terkait biaya produksi Samsung Galaxy S9+. Hasil analisis ini menyebut bahwa kamera menjadi komponen termahal ketiga pada ponsel cerdas terbaru tersebut.

Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ juga dilaporkan akan menerima dukungan teknologi Augmented Reality Google dalam beberapa minggu mendatang, melalui update software. Sebelumnya, dukungan ARCore telah tersedia di perangkat Samsung lain seperti Galaxy S8, S8+ dan Note 8.

Sementara itu, Samsung Galaxy Tab Active 2 resmi diluncurkan di Amerika Serikat, setelah terlebih dahulu meluncur di Eropa pada akhir tahun lalu. Tablet ini dipasarkan seharga USD420 (Rp6 juta), sementara di Eropa, Samsung memasarkan tablet tersebut seharga EUR500 (Rp8,7 juta).


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.