Apa Kesalahan Google pada Pixel 2?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 06 Oct 2017 13:01 WIB
googlegoogle pixel
Apa Kesalahan Google pada Pixel 2?
Google tidak menambahkan fitur wireless charging ke Pixel 2. (AFP PHOTO / Elijah Nouvelage)

Metrotvnews.com: Google menghilangkan audio jack pada Pixel 2. Mereka melakukan ini untuk mengikuti tren yang dibuat oleh Apple.

Ketika Apple menghilangkan audio jack pada iPhone 7, memang banyak orang yang memprotes hal ini. Namun, tampaknya, sekarang ketiadaan audio jack justru akan menjadi tren baru di industri smartphone

Tidak hanya itu, ada kemungkinan, ke depan, produsen smartphone akan berusaha untuk menghilangkan penggunaan kabel sama sekali. Sekarang, smartphone kelas premium telah mulai menyediakan fitur pengisian baterai nirkabel. 

Sebelum ini, Google pernah memasukkan fitur pengisian baterai nirkabel pada smartphone lini Nexus miliknya. Nexus 4, 5, dan 6 sudah memiliki fitur wireless charging dengan standar Qi, standar yang sekarang juga digunakan oleh Apple pada iPhone 8 dan iPhone X.

Pada 2015, beberapa bos Google menjelaskan secara singkat mengapa fitur pengisian baterai nirkabel tidak hadir dalam Nexus 6P dan 5X.

Mereka menjelaskan, alasan mereka menambahkan fitur wireless charging ke Nexus sebelumnya adalah konsumen tidak suka micro-USB karena desainnya yang tidak simetris. Selain itu, kecepatannya juga kalah dari USB-C. Ketika itu, USB-C belum bisa dipasang ke ponsel, maka Google memutuskan untuk menggunakan fitur pengisian baterai nirkabel.

Kini, banyak smartphone yang telah menggunakan port USB Type-C. Karena itu, SVP Platforms & Ecosystems, Google, Hiroshi Lockheimer berkata, sudah waktunya Google kembali memanfaatkan port tersebut. 

"Pengisian baterai tanpa kabel membuat ponsel jadi lebih tebal. Karena itu, kemudahan pemasangan, fast charging dan optimalisasi untuk ketipisan membuat kami memutuskan untuk menggunakan Type-C daripada menggunakan fitur wireless charging," ujar Lockheimer. 

SlashGear merasa, Google membuat kesalahan untuk tidak menanamkan fitur wireless charging di Pixel terbaru. Tidak hanya karena para pesaingnya telah menawarkan fitur itu, tapi karena fitur tersebut merupakan fitur masa depan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.