Transformasi Digital Dorong Inovasi dan Optimalisasi TI

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 28 Feb 2018 18:47 WIB
f5 networkstransformasi digital
Transformasi Digital Dorong Inovasi dan Optimalisasi TI
Ilustrasi.

Jakarta: Dalam hasil riset State of Application Delivery 2018 yang dilakukan oleh F5 Networks yang baru saja diumumkan kemarin, dipaparkan bahwa transformasi digital mendorong inovasi dan optimilisasi di bidang TI (Teknologi Informasi).

Salah satunya adalah meningkatnya adopsi beragam arsitektur teknologi yang kemudian dihadirkan ke dalam bentuk aplikasi. Dalam riset yang dilakukan kepada 3.000 profesional TI, F5 Networks menyimpulkan bahwa peran penting aplikasi membuat kehadiran infrastruktur pendukung aplikasi menjadi kian penting.

Ada beberapa pokok temuan yang ditemukan oleh F5 Networks pada hasil risetnya. Pertama, mengenai dampak dari transformasi digital itu sendiri, disebutkan bahwa transformasi digital menginspirasi munculny arsitektur dan inisiatif optimalisasi TI baru.

69 persen responden di Asia Pasifik, mengakui optimalisasi infrastruktur dan proses TI masih menjadi pendorong utama bagi proyek trasnformasi digital. Sementara lebih dari 51 persen responden menyatakan transformasi digital mendorong penyediaan aplikasi dari cloud.

Kedua, layanan aplikasi dipandang sebagai gerbang menuju masa depan, F5 Networks menemukan mayoritas perusahaan memanfaatkan 16 layanan aplikasi yang berbeda untuk membuat aplikasi mereka tetap ceman, aman, dan selalu tersedia.

Aplikasi kian jelas posisinya sebagai sebuah ekonomi digital. Lewat transformasi digital, bisnis sebuah perusahaan hadir dalam bentuk aplikasi. Kemudian pokok temuan riset ketiga juga membahas mengenai layanan cloud

Ditemukan bahwa layanan multi-cloud mulai dilirik sebagai strategi terbaik untuk pengembangan aplikasi. Sebanyak 84 persen responden di Asia Pasifik melaporkan penggunaan beberapa layanan cloud, dengan hampir setengahnya (49 persen) menyatakan bahwa penentuan/pemilihan cloud dibuat berdasarkan aplikasi.

Namun, dibalik layanan multi-cloud yang dipandang memberikan benefit rupanya tersembunyi ancaman dan keraguan pada penggunanya. Pokok temuan keempat F5 Networks menemukan keyakinan akan keamanan menurun seiring meningkatnya penggunaan multi-cloud.

28 persen responden di seluruh dunia menyatakan bahwa melindungi aplikasi merupakan tantangan keamanan tertinggi. Saat perusahaan memanfaatkan lebih dari satu layanan cloud dan memadukan private cloud dengan public cloud ada kekhawatiran salah satu layanan cloud akan tumbang alias tidak memiliki tingkat keamanan yang sama baiknya.

Temuan terakhir adalah F5 Networks melihat otomatisasi dan orkestrasi melaju kencang ke depannya. Dunia TI memperlihat proses adopsi kemampuan program dan standardisasi terhadap lingkung otomatisasi dan orkestrasi mereka. Tujuannya untuk mewujudkan TI yang lebih efisien sehingga berdampak pada menurunnya biaya operasional (OPEX). 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.