Jepang Pasang Drone Demi Usir Pulang Pekerja Lembur

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 08 Dec 2017 11:54 WIB
drone
Jepang Pasang Drone Demi Usir Pulang Pekerja Lembur
Taisei akan menggunakan drone untuk mendorong pekerja lembur untuk pulang. (Taisei)

Jakarta: Jepang memiliki budaya yang mendorong para karyawan bekerja lembur demi menunjukkan kesetiaan mereka.

Itu adalah masalah serius. Tidak hanya membuat para pekerja tidak memiliki waktu dengan keluarga dan teman mereka, itu juga meningkatkan kemungkinan pekerja mati karena terlalu lelah.

Taisei -- perusahaan yang membangun stadion untuk Olimpiade Tokyo 2020 -- ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan membuat drone yang mendorong para pekerja untuk pulang ke rumah. 

Engadget melaporkan, Taisei baru saja memperkenalkan T-Frend, drone keamanan yang akan memantau keadaan kantor dengan kameranya. Namun, drone tersebut juga akan memutarkan lagu "Auld Lang Syne" -- yang biasanya digunakan untuk menunjukkan waktu tutup di Jepang -- demi mendorong pekerja pulang ke rumah.

Secara teori, musik yang diputar dan suara dari drone akan membuat para pekerja sulit untuk berkonsentrasi dan enggan melanjutkan pekerjaannya. 

Drone otonom ini tidak memerlukan GPS. Layanan drone ini akan tersedia di Jepang dengan harga JPY50 ribu (Rp6 juta) per bulan, yang akan membatasi pengguna layanan ini ke perusahaan menengah dan besar yang bisa menyediakan uang tersebut untuk meningkatkan kesehatan pekerjanya. 

Namun, masih belum diketahui seberapa efektif T-Frend ini, mengingat banyak pekerja yang menggunakan headphone dengan fitur noise-cancelling untuk bisa fokus pada pekerjaan mereka. Satu hal yang pasti, layanan ini akan turut berkontribusi dalam usaha nasional untuk menciptakan gaya hidup yang lebih seimbang.


(MMI)

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu
Review Smartphone

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu

2 weeks Ago

Honor 10 menjadi smartphone flagship pertama Honor yang diboyong ke Indonesia.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.