Google Rekrut Pegawai untuk Selidiki Pencurian Sepeda

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 07 Jan 2018 15:29 WIB
google
Google Rekrut Pegawai untuk Selidiki Pencurian Sepeda
Sepeda Gbike yang terpakir di halaman kantor pusat Google di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Jakarta: Setiap perusahaan teknologi biasanya menyediakan fasilitas pendukung produktivitas pegawainya. Google di yang berkantor di Mountain View, California, menyediakan sepeda dengan nama Gbike.

Gbike adalah sepeda yang disediakan untuk pegawainya menuju gedung-gedung yang ada di markas besar Google. Lucunya, dilaporkan Business Insider bahwa bahwa penduduk di sekitar kantor Google mengira bahwa itu adalah sepeda untuk mereka.

Alhasil, setiap minggunya Google mencatat ada 100-250 sepeda Gbikes yang hilang. Hal ini membuat Google merekrut 30 orang pegawai untuk penyelidikan dan mengembalikan sepeda-sepeda tersebut yang diperkirakan sudah tersebar luas di kota tersebut.

Google kini tengah menguji teknologi GPS yang ditanamkan di sepeda Gbikes terbaru untuk hanya bisa digunakan dan dibuka kunci rodanya oleh pegawai Google menggunakan aplikasi khusus di ponsel mereka.

Sepeda Gbikes ini pertama kali disediakan pada tahun 2007, dan di tahun 2009 memiliki warna mencolok yang mewakili warna dari logo Google. Pada tahun 2015 Google menggulirkan dana sebesar USD5 juta (Rp67 miliar) bekerja sama dengan pemerintah setempat menyediakan program bike-sharing.

Sepeda tersebut tersedia di setiap halte bus dan bisa digunakan oleh siapapun, mereka hanya cukup mengembalikannya kembali ke halte bus Google serta titik lokasi penjemputan sepeda tersebut. Sayangnya, penduduk sekitar mengira sepeda itu gratis dan boleh diakui sebagai hak milik mereka.

Ke depannya kemungkinan besar Google akan mengadopsi sistem teknologi seperti layanan bike-sharing di Tiongkok. Jadi, setiap sepeda yang tersebar ditanamkan GPS dan hanya bisa dibuka lewat aplikasi khusus di ponsel yang bisa terhubung dengan gembok atau kunci pengaman roda sepeda.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.