Sistem Baterai Tesla di Australia Punya Waktu Tanggap Paling Cepat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 27 Dec 2017 16:10 WIB
tesla
Sistem Baterai Tesla di Australia Punya Waktu Tanggap Paling Cepat
Tesla Powerpack di Australia Selatan. ()AFP PHOTO / Neoen)

Jakarta: Kurang dari satu bulan sejak Tesla selesai membuat baterai lithium-ion terbesar dunia sebagai sistem listrik cadangan di Australia Selatan, performa sistem tersebut telah diuji. Tampaknya, ia memberikan performa yang memuaskan. 

Hanya dalam waktu tiga minggu belakangan, Hornsdale Power Reserve telah menyediakan energi ketika terjadi dua mati listrik besar-besaran. Baterai lithium-ion itu dapat merespons lebih cepat dari sistem cadangan listrik berdasarkan batu bara. 

Menurut laporan Business Insider, minggu lalu, sistem listrik cadangan buatan Tesla itu aktif dalam waktu 0,14 detik setelah pembangkit listrik terbesar di Australia yang ada di Victoria, Loy Yang, mendadak mengalami penurunan output listrik.

Sementara satu minggu sebelumnya, Loy Yang juga mengalami masalah. Ketika itu, Hornsdale merespons dalam waktu empat detik -- atau malah kurang menurut beberapa perkiraan -- mengalahkan pembangkit listrik lainnya.

Media lokal menyebutkan bahwa pihak pemerintah mengatakan, ini adalah waktu respons "tercepat."

Tingkat efektivitas baterai Tesla sedang mendapatkan perhatian di Australia, mengingat kawasan tersebut mengalami masalah krisis energi. Harga listrik di Australia -- khususnya di Australia Selatan -- meroket ketika pemadaman listrik pada 2016 berakhir dengan 1,7 juta warga mengalami mati listrik.

Badai dan gelombang panas menyebabkan pemadaman listrik sebanyak beberapa kali dan banyak warga Australia yang mempersiapkan diri untuk menghadapi pemadaman listrik lagi. 

Namun, tampaknya mereka tak lagi perlu khawatir karena Tesla telah berhasil menyelesaikan proyek sistem baterai terbesar di dunia pada akhir November lalu. Sistem baterai bernama Powerpack ini dapat menghasilkan listrik hingga 100MW. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.