Elon Musk Ingin Luncurkan Sistem Roket Mars Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Mar 2018 14:24 WIB
antariksaelon muskSpaceX
Elon Musk Ingin Luncurkan Sistem Roket Mars Tahun Depan
Tujuan akhir SpaceX adalah membuat koloni di Mars. (SpaceX)

Jakarta: Elon Musk kembali mengumumkan rencana ambisiusnya terkait eksplorasi luar angkasa. Dalam sesi tanya jawab di festival SXSW, Musk menyebutkan bahwa SpaceX akan siap menerbangkan roket Mars mereka pada 2019. 

"Kami sedang membuat pesawat pertama, atau pesawat antarplanet, sekarang," kata Musk. "Dan kita mungkin bisa melakukan penerbangan pendek pada semester pertama tahun depan."

Tahun lalu, Musk berkata bahwa roket yang akan dia kirimkan ke Mars -- yang dinamai BFR atau Big Falcon Rocket -- suatu hari mungkin akan bisa digunakan di Bumi untuk menerbangkan orang banyak dari satu kota ke kota lain dalam waktu singkat.

Dia menyebutkan, perjalanan dari New York ke Shanghai hanya akan memakan waktu 30 menit, lapor Money CNN. Ketika itu, Musk berkata bahwa dia berharap, BFR akan bisa mendarat di Mars pada 2022 dengan misi pertama adalah untuk mengirimkan kargo.

Nantinya, roket tersebut akan membawa orang-orang dan barang-barang mereka. Pada akhirnya, tujuan Musk adalah untuk membuat koloni mandiri di Planet Merah. 

Mengirimkan manusia ke Mars adalah tujuan utama Musk untuk SpaceX. Hal ini membuat warganet menamai Musk sebagai "Dewa-Kaisar Mars". Namun, sang miliarder membantah bahwa dia ingin menjadi pemimpin dari planet tersebut.

Pada hari Sabtu, dia juga membahas tentang rencananya untuk mendorong terciptanya demokrasi yang memungkinkan "orang-orang untuk memberikan suara secara langsung terkait sebuah isu daripada menggunakan sistem pemerintahan representatif."

Menurut Musk, diperlukan sekitar 60 persen suara untuk membuat peraturan diresmikan. Namun, untuk menghapus peraturan, hanya diperlukan suara lebih dari 40 persen.

Dia menyebutkan, menghapuskan regulasi harus lebih mudah daripada membuat peraturan baru. Alasannya karena regulasi yang terlalu banyak justru akan membuat sebuah masyarakat sulit maju. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.