Tambah Pemasukan, Xiaomi Bakal Masuk Bursa Saham?

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 16 Jan 2018 08:13 WIB
xiaomi
Tambah Pemasukan, Xiaomi Bakal Masuk Bursa Saham?
Xiaomi mengumumkan rencananya untuk meningkatkan valuasi perusahaan melalui IPO hingga mencapai nilai USD100 miliar.

Jakarta: Bulan lalu, eksekutif Xiaomi Wang Xian menyebut bahwa perusahaannya, yang dirumorkan tengah dalam tahap diskusi dengan operator Amerika Serikat, segera mengukuhkan kehadirannya di negara tersebut dalam kurun waktu dua bulan.

Untuk membantu mempercepat pendapatan untuk kebutuhan finansial tersebut, Xiaomi berencana untuk Initial Public Offering (IPO) guna meningkatkan keuangannya hingga USD100 miliar (Rp1.250 triliun).

Pada empat tahun lalu, Xiaomi memperoleh pendanaan senilai USD1 juta (Rp12,5 triliun) berkat kesepakatan yang menjadikan nilai perusahaan menjadi USD45 miliar (Rp562,5 triliun). Satu tahun sebelumnya, valuasi Xiaomi mencapai nilai sebesar USD13 miliar (Rp162,5 triliun).

Tahun 2017 menjadi tahun baik bagi Xiaomi setelah mengalami masa sulit pada atahun 2016. Perluasan cakupan ke India disebut sebagai strategi terbaik bagi Xiaomi, sebab tidak hanya sebagai pasar terbesar kedua di ranah smartphone dunia.

Langkah ini juga mengungkap nilai harga perangkat Xiaomi sesuai dengan negara berpendapatan per kapita sebesar USD1,670 (Rp20,8 juta) pada 2016.

Xiaomi dan Samsung saat ini tengah berkompetisi dalam meraih pangsa pasar terbesar di India. Xiaomi juga dilaporkan menargetkan pendapatan selama tahun 2017 sebesar USD15 miliar (Rp187,5 triliun), yang berhasil dicapainya pada bulan Oktober lalu.

Xiaomi juga telah mengumumkan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan banking Morgan Stanley dan Goldman Sachs untuk membantu persiapan IPO tersebut. Keduanya akan bekerja sama dengan Credit Suisse Group AG dan Deutsche Bank AG untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.

Xiaomi juga dilaporkan berencana untuk menggandeng perusahaan perbankan investasi asal Tiongkok pada kelompok yang bertugas membantunya terkait IPO tersebut. Sementara itu di Tiongkok, Xiaomi kehilangan pangsa pasarnya, sebagai bentuk kekalahan bersain dengan Lenovo, Oppo dan Vivo.

Hal ini mendorong Xiaomi untuk mengubah metode distribusi dari penjualan online cepat ke platform lebih tradisional. Xiaomi berencana untuk mendirikan 1.000 toko Mi Home hingga tahun 2019 mendatang.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.