Bersaing di Cloud, AWS dan Microsoft Mulai Kerja Sama

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 13 Oct 2017 18:55 WIB
microsoftcloud computingamazon
Bersaing di Cloud, AWS dan Microsoft Mulai Kerja Sama
Meski saling bersaing, Microsoft dan AWS kini punya proyek bersama. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Microsoft dan Amazon Web Services, dua raksasa yang bersaing di industri cloud, mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama untuk menyelesaikan satu proyek. 

Ialah Project Gluon, proyek open-source untuk mengembangkan dan mengatur model pembelajaran mesin atau machine learning. Satu hal yang menarik, AWS dan Microsoft bersaing ketat di pasar cloud.

Faktanya, masing-masing perusahaan memiliki tool kecerdasan buatan (AI) tersendiri yang mereka jual ke konsumennya masing-masing. Namun, kali ini, keduanya tampaknya merasa mereka akan lebih diuntungkan jika bekerja sama, lapor TechCrunch

Kerja sama AWS dan Microsoft menunjukkan bagaimana pasar cloud dapat memaksa perusahaan-perusahaan yang awalnya saling bersaing untuk bekerja sama. Tentunya, setiap perusahaan pasti enggan untuk bekerja sama dengan pesaingnya, tapi jika kerja sama adalah jalan terbaik, tampaknya merekatidak keberatan untuk melakukan itu. 

Ini bukanlah pertama kalinya muncul aliansi antara dua perusahaan yang saling berselisih. Pada 2014, Microsoft dan Salesforce juga sempat bekerja sama untuk saling mengintegrasikan produk mereka. Padahal, keduanya pernah saling menutut satu sama lain. 

Tidak heran, cloud memang industri yang mengutamakan pelanggan. Dalam konferensi tahunan Box, BoxWorks, CEO perusahaan cloud untuk enterprise itu berdiri di satu panggung dengan Scott Guthrie, Executive Vice President of Cloud and Enterprise Group di Microsoft.

Keduanya terlihat akrab ketika mengumumkan bagaimana produk mereka akan saling melengkapi. Padahal, pada 2009, Box membuat sebuah iklan yang menyebutkan secara gamblang bahwa Box jauh lebih baik dari Microsoft SharePoint. Dan kini, keduanya saling bekerja sama. 

Industri cloud memang seolah memaksa para perusahaan untuk saling bekerja sama, karena mereka harus memprioritaskan pelanggan. Kini, tidak ada lagi perusahaan yang menggunakan sekumpulan software buatan satu perusahaan.

Sekarang, sebuah perusahaan bisa saja menggunakan produk dari Salesforce, Microsoft, Box dan juga AWS pada saat bersamaan. Dan para perusahaan ingin agar semua software yang mereka gunakan bisa kompatibel dengan satu sama lain. 


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.