Aplikasi Haven Ingin Sulap Ponsel Jadi Pengawas Keamanan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 23 Dec 2017 15:12 WIB
aplikasi
Aplikasi Haven Ingin Sulap Ponsel Jadi Pengawas Keamanan
Aplikasi Haven. (The Guardian Project)

Jakarta: The Guardian Project, Freedom of the Press Foundation, dan Edward Snowden membuat aplikasi yang bertujuan menjadikan smartphone Android sebagai alat keamanan.

Ialah Haven, aplikasi yang kini dirilis dalam tahap beta. Aplikasi tersebut didesain untuk menggunakan sensor-sensor pada smartphone untuk mendeteksi perubahan yang terjadi di ruangan tempat ponsel berada. 

Misalnya, jika Anda ingin memantau kedaan sebuah ruangan ketika Anda berada jauh dari ruangan itu, aplikasi Haven akan membuat alat pada ponsel yang sesuai untuk merekam suara aneh, mengetahui apakah ada perubahan pencahayaan, dan tahu apakah ada orang yang mengutak-atik ponsel.

Anda bahkan bisa membuat ponsel berdiri dan memasang kamera sebagai pelacak gerakan lapor Engadget. Mengingat sebagian jurnalis harus melindungi data yang mereka dapatkan, tidak heran Haven dibuat untuk memastikan bahwa data yang tersimpan dalam komputer dan laptop tetap aman.

Micah Lee dari The Intercept ikut membangun aplikasi ini dan menjelaskan bahwa aplikasi tersebut bisa digunakan untuk mengantisipasi serangan "pembantu jahat".

Dalam serangan tersebut, penyerang akan berusaha untuk melakukan sesuatu pada fisik komputer agar ia tidak bisa digunakan. 

"Begini cara kerja Haven," tulisnya. "Jika Anda mengunci laptop Anda di dalam branks di hotel -- yang bukan tindakan cerdas -- dan meletakkan ponsel dengan aplikasi Haven Anda di atas brankas."

Jika ada seseorang yang membuka brankas ketika Anda tidak ada di kamar, ponsel mungkin akan mendeteksi perubahan tingkat cahaya, mikrofonnya mungkin akan mendengar suara brankas dibuka (dan mungkin suara sang penyerang), dan akeselerometernya mungkin akan mendeteksi gerakan. Jika penyerang mencoba memindahkan laptop dan kameranya mungkin akan menangkap gambar dari wajah pelaku."

Haven memang tidak akan mencegah pelaku melakukan sesuatu pada laptop, tapi aplikasi ini bisa diatur sedemikian rupa untuk mengirimkan notifikasi dan rekaman via SMS dan Signal (untuk memastikan informasi terenkripsi) ketika sensor ponsel mendeteksi sesuatu yang tidak wajar.

Bahkan, jika ponsel tidak memiliki akses jaringan, semua kejadian yang memicu notifikasi akan tercatat pada ponsel. Dengan begitu, pengguna akan tahu apakah ada orang asing yang mengakses ponsel tersebut. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.