Pencipta Pakaian Iron Man Masuk Daftar Rekor Dunia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 12 Nov 2017 14:11 WIB
teknologi
Pencipta Pakaian Iron Man  Masuk Daftar Rekor Dunia
Richard Browning memamerkan kemampuan dari pakaian jet ala Iron Man buatannya di hadapan juri Guiness World Records

Metrotvnews.com: Pakaian canggih ala Iron Man masih menjadi daya tarik untuk dikembangkan. Beberapa waktu lalu, seorang pria asal Inggris berhasil membuat pakaian tersebut dan masuk daftar Guiness World Records.

Richard Browning, mantan Marinir Inggris menciptakan pakaian ala Iron Man dengan 3 buah mesin jet yang terletak di tiap tangan, totalnya ada 6 buah mesin jet dengan bahan bakar kerosene. Dia berhasil terbang dengan kecepetan 32,02 km per jam, meskipun tidak dengan ketinggian hingga lebih dari 2 meter.

Guiness World Records memasukkan karya Browning bukan hanya karena canggih, tetapi juga karena mampu menciptakan pakaian dengan mesin jet yang berhasil membuat kecepatan laju tercepat sejauh ini dan berhasil didemokan.



Dilaporkan oleh Engadget, kabar mengenai pengembangan pakaian jet tersebut pertama kali terdengar pada bulan Maret lalu. Disebutkan oleh Browning, biaya pembuatannya sebesar USD50.000 atau setara Rp677 juta. Namun, biaya tersebut ditanggung oleh pihak Red Bull sebagai penyandang dana untuk proyek ini.

Pakaian jet yang diberi nama Daedalus ini memiliki bobot 22kg yang akan sangat terasa berat bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan kegiatan olahraga fitness atau body building. Menariknya, Browning membuat seluruhnya dengan klaim bahwa teknologi tersebut aman.

Dia menjelaskan bahan bakar kerosen tidak mudah meledak atau terbakar ketimbang bahan bakar lainnya, apalagi dia menggunakannya dalam jumlah yang tebilang sedikit. Selain itu, dia menyiapkan 'dead-man switch' yakni sebuah tombol yang jika tidak ditekan secara otomatis pakaian jet tersebut akan berhenti berfungsi, sehingga kendalinya lebih aman.

Untuk desainnya, Browning menyebutkan penggunaan mesin jet di bagian tangan sekaligus kaki dianggap masih sulit untuk dikendalikan saat terbang. Akhirnya, dia memutuskan hanya menggunakan mesin jet di bagian tangannya. 

Dia juga menambahkan sebuah perangkat helm Sony yang dimodifikasi sehingga bisa menampilkan informasi bahan bakar dari pakaiannya. Benar-benar menyerupai pakaian jet ala Iron Man.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.