Hacker Bisa Bobol Sistem Mobil dan Sebabkan Kecelakaan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 22 Nov 2017 12:22 WIB
cyber security
Hacker Bisa Bobol Sistem Mobil dan Sebabkan Kecelakaan
Ilustrasi.

Jakarta: Mobil modern bisa jadi senjata hacker yang ingin menyerang sebuah negara, ujar para ahli keamanan siber.

Saat ini, sistem komputer yang ada pada mobil yang dibuat sejak tahun 2005 bisa diretas. Para hacker bisa saja telah membuat berbagai kecelakaan tanpa diketahui oleh pihak berwajib, menurut Justin Cappos, seorang ahli komputer di New York University. 

Dia berkata bahwa masalah ini bisa menjadi masalah keamanan nasional yang mendesak, terutama melihat keadaan geopolitik saat ini.

"Jika terjadi perang atau pertengkaran dengan negara yang memiliki kemampuan siber yang hebat, saya akan sangat takut akan terjadinya peretasan pada kendaraan," kata Cappos, seperti yang dikutip dari The Independent.

"Banyak musuh kita yang memiliki nuklir, tapi semua negara yang bisa melakukan serangan siber bisa membunuh jutaan masyarakat sipil dengan meretas mobil. Ini mengerikan."

"Setelah menembus sistem di mobil, para hacker bisa mengendalikan rem, memutus kendali setir dan mengunci orang di dalam mobilnya atau melakukan hal-hal lain yang tidak Anda inginkan." Cappos meminta agar para pembuat mobil memberikan update software

Sementara itu, Stephen Morro dari SQS Group yang memberikan nasehat pada pelaku bisnis terkait keamanan siber menyebutkan bahwa manufaktur mobil harus lebih bertanggung jawab atas keamanan dari mobil yang mereka jual karena "nyawa yang jadi taruhan."

"Para manufaktur harus bertanggung jawab. Banyak dari mereka yang hanya mau menyediakan keamanan seadanya -- keamanan memang bisa membutuhkan dana banyak dan banyak menganggap bahwa menyediakan keamanan hanyalah formalitas," kata Morow. 

Saat ini, ada sekitar 9 juta mobil di Inggris yang terhubung Wi-Fi. Hal ini memungkinkan pengguna melakukan banyak hal seperti menggunakan sistem GPS di dalam mobil. Pada saat yang sama, ini membuat mobil menjadi lebih retan dari serangan.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.