Hampir 50% ICO Tahun Lalu Berakhir Gagal

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 26 Feb 2018 14:22 WIB
cryptocurrency
Hampir 50% ICO Tahun Lalu Berakhir Gagal
Ilustrasi. (Chesnot/Getty Images)

Jakarta: Meroketnya nilai bitcoin dan cryptocurrency lain membuat banyak orang dan perusahaan tertarik untuk masuk ke industri mata uang virtual. Namun, banyak penawaran koin perdana (ICO) yang sejak awal memang terdengar mencurigakan.

Menurut studi ICO oleh Tokendata, sebanyak 46 persen dari 902 mata uang virtual yang melakukan ICO berakhir dengan kegagalan. 

Dari 902 mata uang virtual itu, sebanyak 142 gagal mengumpulkan dana yang cukup sementara 276 lainnya perlahan menghilang atau memang sejak awal merupakan penipuan, lapor Engadget.

Tidak hanya itu, sebanyak 113 mata uang virtual yang melakukan ICO telah berhenti berinteraksi di media sosial, yang merupakan tanda bahwa ketertarikan akan cryptocurrency itu telah menghilang. 

Sementara itu, keadaan mata uang virtual yang bisa bisa lolos ICO juga tidak terlalu baik. Hanya ada "sedikit" ICO yang mendapatkan dana lebih dari USD10 juta (Rp136,5 miliar). Itu artinya, mata uang virtual lainnya harus berjuang keras demi mendapatkan pendanaan. 

Ada beberapa alasan mengapa banyak uang virtual ini gagal. Tidak hanya karena banyaknya penipuan terkait mata uang virtual, banyak juga cryptocurrency yang ditujukan untuk pasar terbatas, seperti dokter gigi atau real estate. Mata uang virtual seperti itu memang tidak akan pernah menarik perhatian banyak orang.

Alasan lainnya adalah karena tidak sedikit mata uang virtual yang diluncurkan hanya karena cryptocurrency tengah menjadi tren dan tidak memiliki perbedaan dengan mata uang virtual yang telah populer. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.