LinkedIn Ingin Buat Fitur Serupa Snapchat Stories

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 22 Nov 2018 15:29 WIB
linkedin
LinkedIn Ingin Buat Fitur Serupa Snapchat Stories
LinkedIn punya fitur prototipe baru. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / JUSTIN SULLIVAN)

Jakarta: LinkedIn mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengembangkan fitur serupa Snapchat Stories. Mereka akan meluncurkan fitur Student Voices, yang ditujukan untuk mahasiswa di Amerika Serikat.

Fitur Student Voices akan muncul di bagian atas dari LinkedIn Home dan memungkinkan para mahasiswa untuk mengunggah video pendek ke Campus Playlist.

Video tersebut akan menghilang dari playlist setelah satu minggu meski video itu akan tetap bisa diakses dari bagian Recent Activity pengguna. Product Manager Isha Patel mengonfirmasi hal ini pada TechCrunch.

"Campus Playlist adalah fitur video baru yang akan diluncurkan untuk mahasiswa di AS. Seperti yang kita tahu, para mahasiswa senang menggunakan video untuk mengabadikan berbagai kejadian." 

"Jadi, kami membuat produk baru ini untuk membantu mereka terhubung dengan satu sama lain terkait kejadian di kampus untuk menciptakan kedekatan di dalam komunitas."

Fitur Student Voices pertama kali ditemukan oleh konsultan sosial, Carlos Gil.

Juru bicara LinkedIn menjelaskan bahwa alasan mereka membuat fitur ini adalah untuk mendorong para mahasiswa untuk membagikan pengalaman akademis mereka, seperti magang dan proyek di dalam kelas.

"Ini adalah cara yang baik untuk mahasiswa untuk membangun profil mereka dan memiliki konten autentik yang menunjukkan siapa mereka dan pengalaman akademis dan profesional apa saja yang telah mereka miliki," kata Patel.

Sayangnya, LinkedIn tampaknya tidak tahu atau tidak mau tahu alasan pertama Stories dibuat, yaitu untuk membagikan konten konyol yang akan menghilang sehingga pengguna tidak perlu khawatir momen itu akan merusak reputasi mereka.

Keberadaan fitur serupa Snapchat Stories di LinkedIn justru bisa membuat pengguna bingung akan fungsi media sosial ini sendiri.

Mengingat LinkedIn adalah media sosial untuk profesional, para pengguna mungkin akan enggan untuk mengunggah video konyol yang biasa mereka pasang di Snapchat Stories. 



LinkedIn terlihat berusaha keras untuk menarik perhatian generasi muda. Investigator aplikasi media sosial, Jane Manchun Wong menemukan 10 fitur prototipe pada LinkedIn yang bertujuan untuk menarik perhatian generasi muda, seperti komentar GIF, berbagi lokasi pada bagian pesan, dan tombol yang mirip dengan reaksi pada Facebook.

Pada awalnya, LinkedIn tidak lebih dari situs untuk mencari pekerjaan. Mereka tampaknya kesulitan untuk mendorong menggunakan platform mereka setiap hari.

Beberapa konten di LinkedIn terasa membosankan jika dibandingkan dengan media sosial lain. Sementara itu, mereka menghadapi kompetisi dari Facebook, yang mulai memberikan tawaran pekerjaan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.